Kedua, militer yang kuat. Zaman Bung Karno militer Indonesia adalah militer terkuat di bumi selatan. Dan saudara-saudara sekalian, harus tahu bahwa tidak ada satupun negara adidaya dan kuasa di dunia ini tanpa memiliki militer yang kuat, atau seminimal-minimalnya memiliki nuklir.
Jika saudara-saudara sekalian rajin membaca, pastilah saudara-saudara tahu bahwa tatkala orang CIA (Amerika) tertangkap dan akan dieksekusi. Kemudian Soekarno bertemu John F. Kennedy. Dan Soekarno meminta izin untuk mengeksusi warga negara Amerika tersebut. Dan John F. Kennedy enggan menuruti permintaan Presiden Soekarno, sehingga sebagai tukar nilai imbalan Amerika memberikan 10 pesawat tempur kepada Indonesia, dan kita memberikan satu bajingan tersebut balik ke negara asalnya.
Itu adalah salah satu cara diplomasi untuk menguatkan militer kita dengan sangat baik, atau ketika kita membeli peralatan militer dari Soviet, kemudian Amerika menyuruh kita untuk stop membeli dari mereka sebagai imbalan Amerika mengirim tenaga ahli nuklir mereka ke Indonesia dan menjanjikan Indonesia mempunyai nuklir, akan tetapi kita gagal karena Bung Karno turun tahta sebelum itu terwujud.
Ketiga, berkepribadian dalam budaya Indonesia itu sendiri. Westernisasi adalah salah satu dari sekian penyakit yang merongrong dan paling berbahaya di dalam negeri kita ini. Bahkan Bung Karno pernah berkata dalam bukunya, “yang paling berbahaya dari perginya penjajah dari negeri kita adalah bukan infrastruktur, karena infrastruktur bisa dibenahi, akan tetapi yang paling berbahaya adalah kepribadian budaya.”
Sehingga saudara-saudara, saya kira untuk mengatasi ini ada beberapa catatan penting yang pertama SDM (sumber daya manusia) harus unggul dan merata. Coba lihatlah pada Bali. Berapa ratus juta orang asing atau bule yang sudah keluar masuk Bali. Akan tetapi masyarakatnya itu sendiri tidak pernah terkena westernisasi.










