Malah kita lihat dengan jelas dan tandas, budaya mereka bisa jadi investasi ekonomi di daerah itu sendiri. Nah, terciptanya situasi seperti ini salah satunya adalah karena SDM masyarakatnya unggul. Maka daripada itu, saya mengajak kepada seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia, agar kita ini melaksanakan Trisakti-nya Bung Karno. Yakni, selalu berkepribadian di dalam budaya kita.
Aduhai, amboi, andai Indonesia tidak pernah terjadi konflik G30S, DI/TII, PRRI, PERMESTA, dan lain-lain. Atau yang sekarang sedang tren, Khilafah di Indonesia ini. Mungkin kita sudah menjadi negara Adidaya dalam waktu lebih cepat, karena sejatinya China itu lebih muda dari kita.
Atau, aduhai, amboi.. Andai Soeharto meneruskan pembangunan dan program yang sudah dijalankan Soekarno, mungkin kita masih menjadi militer terkuat atau bahkan terkuat di dunia, tidak hanya di bumi selatan.
Aduhai, amboi.. Andai tingkat kinerja seluruh pejabat, mulai eksekutif, legislatif atau yudikatif di Indonesia betul betul-betul bekerja bagi rakyat, betul-betul bekerja demi negara, betul-betul bekerja demi bangsa. Mungkin Indonesia sudah menjadi negara adidaya dan kuat.
Sebab sejatinya mereka semua harus sadar, seperti yang dikatakan Bung Karno, bahwa dedication of life-ku adalah aku hanyalah manusia biasa, aku dus, tidak sempurna sebagai manusia biasa, tentu aku tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, hanya kebahagiaanku ialah mengabdi kepada Tuhan, bangsa dan negara. (*)










