Scroll untuk baca artikel

Par-PolSuara Jambi

Mufakat Tolak Dendam Ilir-Ulu, Supardi Siap Dampingi Muklis Maju Pilkada

×

Mufakat Tolak Dendam Ilir-Ulu, Supardi Siap Dampingi Muklis Maju Pilkada

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Usai beberapa kali melakukan pertemuan, Supardi akhirnya menyatakan kesiapan mendampingi Muklis untuk menapaki Pilkada Tanjab Barat tahun 2019.

Supardi bermufakat menolak dendam  pasca Pilkada Tanjab Barat yang selama ini masih terstruktur dengan pemetaan wilayah pembangunan Ilir-Ulu.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Berasal dari wilayah Ulu tepatnya di Kecamatan Tebing Tinggi, sosok Supardi selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Etnis Jawa yang memiliki kepribadian baik dan bermasyarakat.

“Pak Muklis itu memiliki konsep yang matang, karena untuk menjadi pemimpin bukan perkara mudah. Mesti bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat, bukan untuk segelintir kelompok,” ungkap Supardi.

Pria yang diamahkan menjadi Ketua Dewan Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Tanjab Barat ini mengaku sudah mengikhlaskan diri dan keluarganya untuk mengabdi kepada Kabupaten Tanjab Barat kedepan.

“Saya dan keluarga sudah ikhlas dan siap mendampingi Pak Muklis untuk Kabupaten Tanjab Barat 4X lebih cepat dalam membangun Tanjab Barat,” tegasnya.

Setelah menyatukan pemikiran, pasangan Muklis – Supardi membulatkan tekad maju Pilkada untuk memperjuangkan perbaikan sistem pembangunan yang lebih merata.

Keduanya menjanjikan metode baru yang diyakini bisa diterapkan untuk melakukan percepatan pembangunan  hingga 4 kali lebih cepat dibanding metode lain.

Keduanya juga menegaskan sikap menolak pelaksanaan pembangunan yang hanya akan menguntungkan segelintir kelompok.

“Jika kami diamanahkan masyarakat kabupaten Tanjabbar untuk memimpin, kita akan mengedepankan pembangunan dengan skala merata tidak ada istilah kecamatan yang dianak tirikan,” tukas Muklis yang diaminkan Supardi. (bin/JB)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca