Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jateng

Sling Bantu Petani Temanggung Atasi Tantangan Geografis dan Hemat Biaya

×

Sling Bantu Petani Temanggung Atasi Tantangan Geografis dan Hemat Biaya

Sebarkan artikel ini
Penggunaan metode Sling di Temanggung diklaim bisa bantu petani.
Penggunaan metode Sling di Temanggung diklaim bisa bantu petani.

Suarapena.com, TEMANGGUNG – Bupati Temanggung, Agus Setyawan, terus mengembangkan berbagai inovasi untuk memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayahnya.

Salah satu terobosan terbaru yang tengah dikaji adalah penggunaan metode sling atau tali khusus untuk mengangkut hasil pertanian, yang diharapkan dapat mengatasi tantangan geografis, khususnya di wilayah lereng gunung.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Sebagian besar masyarakat di Temanggung menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Untuk itu, kami berkomitmen menyediakan infrastruktur yang mendukung, terutama di daerah-daerah dengan medan yang sulit diakses,” kata Agus Gondrong, sapaan akrabnya, Rabu (14/5/2025).

Berita Terkait:  Panen Raya Dimulai, Harga Beras di Jateng Stabil dalam Sepekan?

Metode sling ini berfungsi untuk mengangkat, menarik, dan mengangkut barang berat, termasuk hasil panen dan pupuk, di lahan dengan kontur bukit dan lereng pegunungan. Penggunaan sling diharapkan dapat meringankan beban petani, mengurangi biaya operasional, serta mempercepat proses pengolahan dan pemanenan hasil pertanian.

Menurut Bupati Agus Gondrong, pengangkutan menggunakan sling lebih efektif dan efisien dibandingkan metode konvensional yang mengandalkan tenaga manusia atau hewan. Terlebih lagi, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur sling di setiap desa hanya sekitar Rp80 juta, sebuah investasi yang diyakini akan memberikan manfaat besar bagi petani, terutama di wilayah sentra pertanian dan perkebunan.

Berita Terkait:  Pemkab Temanggung Giatkan Perekaman KTP Elektronik untuk Pemilu 2024

Sofyan, seorang petani dari Desa Bansari, menjelaskan bahwa teknologi sling telah digunakan di desanya sejak 2023 dan terbukti memberikan banyak manfaat. Selain menghemat biaya pengangkutan, penggunaan sling juga meningkatkan efisiensi proses pemanenan.

Sebelumnya, biaya untuk mengangkut hasil panen secara manual bisa mencapai Rp5.000 per karung. Namun, dengan metode sling, petani bisa mengangkut hingga delapan karung dalam sekali perjalanan, dengan biaya yang jauh lebih murah.

“Biaya bahan bakar untuk mengangkut satu liter bisa membawa empat perjalanan, yang setara dengan mengangkut 32 karung. Ini jelas jauh lebih hemat,” tambah Sofyan.

Berita Terkait:  Pemkab Temanggung Siaga Bencana di Musim Hujan, Ini Langkah Antisipasinya

Bupati Agus berharap agar setiap desa yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan dapat menyisihkan anggaran untuk membangun sistem sling ini, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Sinergi antara pemerintah daerah dan petani sangat penting untuk merealisasikan inovasi ini secara merata di seluruh wilayah Temanggung.

Dengan berbagai inovasi ini, Temanggung diharapkan bisa menjadi contoh daerah yang memadukan teknologi dengan pertanian tradisional untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca