Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Pelajar Purbalingga Didorong Jadi Pemilih Pemula yang Kritis dan Bertanggung Jawab

×

Pelajar Purbalingga Didorong Jadi Pemilih Pemula yang Kritis dan Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Memahami politik sejak dini bagian dari keharusan, karenanya para pelajar di Purbalingga didorong agar menjadi pemilih cerdas yang kritis serta bertanggung jawab.
Memahami politik sejak dini bagian dari keharusan, karenanya para pelajar di Purbalingga didorong agar menjadi pemilih cerdas yang kritis serta bertanggung jawab.

Suarapena.com, PURBALINGGA – Para pelajar SMA, SMK, dan MA di Purbalingga didorong untuk memahami politik sejak dini agar menjadi pemilih pemula yang kritis dan bertanggung jawab.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Pemilu dan Pengembangan Demokrasi Ditjen Polpum Kemendagri, Ispahan Setiadi, mengatakan penguatan demokrasi bagi pelajar penting dilakukan untuk mencegah generasi muda bersikap apatis terhadap politik dan kehidupan berbangsa.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Kami berharap bukan hanya pemahaman yang didapat, tetapi juga transformasi cara berpikir dan bertindak, sehingga adik-adik ke depan menjadi pribadi yang kritis, solutif, dan bertanggung jawab,” kata Ispahan dalam Forum Penguatan Demokrasi bagi Pelajar di Operation Room Graha Adiguna, belum lama ini.

Berita Terkait:  Sinergi Media Massa dan Lembaga Legislatif Kunci Penguatan Demokrasi di Era Digital

Ia menekankan, politik bukan hal yang membosankan atau kotor. Sebaliknya, politik merupakan sarana strategis untuk mencapai tujuan bersama dan menentukan arah masa depan bangsa. “Apa yang adik-adik tanam sekarang, itulah yang akan dipetik nanti. Pendidikan politik dan penguatan demokrasi harus dilakukan terus-menerus, tidak hanya menjelang pemilu,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Purbalingga, Herni Sulasti, menambahkan, pelajar perlu meningkatkan keterampilan, kemampuan komunikasi, literasi digital, dan toleransi agar siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak sekarang tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka harus memiliki keterampilan, kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama,” kata Herni, Sabtu (24/1/2026).

Berita Terkait:  Revisi UU Pemilu Dibahas, Aria Bima: Jangan Sampai Demokrasi Mundur

Menurutnya, literasi digital juga penting agar pelajar tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial, serta mampu menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman. Ia mengajak pelajar aktif dalam kegiatan sosial, komunitas positif, serta berpartisipasi dalam demokrasi melalui jalur aspirasi yang telah disiapkan pemerintah.

“Mengkritik itu harus solutif, bukan asal beda. Kalian adalah agen perubahan yang ikut menentukan bangsa ini mau dibawa ke mana,” tuturnya.

Dengan adanya edukasi politik sejak dini, ia juga berharap generasi muda Purbalingga dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca