Scroll untuk baca artikel

NewsPemerintahan

Pemerintah Matangkan Proyek Giant Sea Wall, Libatkan Akademisi dan Industri

×

Pemerintah Matangkan Proyek Giant Sea Wall, Libatkan Akademisi dan Industri

Sebarkan artikel ini
Perencanaan proyek Giant Sea Wall di pesisir Jawa libatkan akademisi.
Perencanaan proyek Giant Sea Wall di pesisir Jawa libatkan akademisi.

Suarapena.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara Pulau Jawa. Proyek ini menjadi salah satu prioritas nasional guna melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan proyek tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kawasan industri dan permukiman penduduk.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Menurut Brian, sekitar 60 persen kawasan industri nasional serta lebih dari 30 juta penduduk berada di wilayah yang terdampak langsung oleh kondisi pesisir utara Jawa.

Berita Terkait:  Harapan Presiden Prabowo Usai Smartboard Resmi Meluncur di Sekolah-sekolah

“Banyak hasil penelitian di kampus yang sudah diuji coba, salah satunya di Demak dan Semarang. Kami diminta berpartisipasi aktif agar pengembangan giant sea wall dapat berjalan lebih efisien,” ujar Brian dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, Kementerian Dikti Saintek akan mengundang para guru besar dan pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi. Tidak hanya sebatas kajian, para akademisi juga akan dilibatkan dalam tim pelaksana proyek.

“Para ahli nantinya akan masuk ke dalam tim yang dipimpin oleh Kepala Badan Otorita,” kata Brian.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan.

Berita Terkait:  Tinjau Penanganan Banjir, Presiden Prabowo Bertolak ke Aceh Pagi Tadi

Menurut Didit, pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, terutama yang berkaitan dengan konstruksi dan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

“Perhitungan waktu masih terus dilakukan karena berkaitan dengan ketersediaan sumber daya di Indonesia. Kami juga mempertimbangkan aspek lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah,” ujar Didit.

Pemerintah menekankan bahwa percepatan pembangunan tanggul laut raksasa tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas perencanaan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dinilai penting agar proyek ini berjalan efektif serta berkelanjutan. (sp/skb)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca