Suarapena.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah mengkaji efisiensi anggaran 2025 dengan langkah relokasi dana yang mencapai Rp 4 triliun.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran di sektor-sektor yang dianggap paling mendesak.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan langkah ini bukanlah pemangkasan APBD, melainkan upaya relokasi dana antara Rp 2 hingga Rp 4 triliun untuk mendanai program-program prioritas.
“Pembahasan efisiensi anggaran ini sesuai dengan Inpres serta visi-misi gubernur terpilih. Relokasi anggaran ini berada dalam kisaran Rp 2 hingga Rp 4 triliun, yang saat ini masih dalam tahap eksplorasi,” ujar Bey, Sabtu (1/2/2025).
Relokasi anggaran ini akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang hasil pembahasannya akan segera dibawa ke koordinasi lebih lanjut antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan dinas terkait.
“Semua dinas akan terdampak, dan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan pada Senin mendatang,” ungkap Bey.
Lebih jauh, Bey menjelaskan bahwa alokasi dana prioritas akan difokuskan pada tiga sektor utama: pembangunan infrastruktur jalan, program elektrifikasi untuk mendukung elektrifikasi 100 persen, serta pembangunan ruang kelas baru (RKB) guna meningkatkan fasilitas pendidikan di Jawa Barat.
“Tiga sektor ini akan menjadi prioritas utama kami dalam relokasi anggaran,” lanjutnya.
Meski anggaran relokasi diperkirakan mencapai Rp 4 triliun, Bey menekankan angka tersebut masih dalam tahap penyusunan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang krusial bagi Jawa Barat.
“Kami berupaya agar seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai rencana. Detail lebih lanjut akan dibahas pada pertemuan Senin nanti,” kata Bey. (sp/pr)










