Suarapena.com, BANDUNG – Era literasi tanpa batas kini semakin nyata di Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Centratama Group dan Human Initiative resmi meluncurkan Perpustakaan Digital di SMP Negeri 35 Bandung. Inovasi ini bukan hanya menyediakan akses buku digital, tapi juga menjadi terobosan dalam menguatkan pembelajaran berbasis teknologi di tengah generasi milenial dan Z.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, menyatakan bahwa langkah ini adalah contoh sinergi luar biasa antara sektor publik dan swasta. “Pemerintah punya keterbatasan, sedangkan dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial. Melalui CSR Centratama, kami mampu menghadirkan teknologi yang mendukung pendidikan secara optimal,” ungkap Yayan, Kamis (16/10/2025).
Perpustakaan Digital ini tidak hanya menyediakan koleksi buku elektronik, tapi juga fasilitas konektivitas internet super cepat dan ruang baca yang nyaman—hasil renovasi yang membuat siswa dan guru betah belajar dan mengajar di era digital.
“Ketika Centratama mengusulkan lokasi, kami langsung melibatkan Dinas Pendidikan, dan akhirnya SMPN 35 terpilih sebagai pionir. Harapannya, program ini bisa diperluas ke sekolah-sekolah lain di Bandung, memperkuat ekosistem teknologi pendidikan kota ini,” tambah Yayan.
CEO Centratama Group, Raymon Yan, menegaskan bahwa proyek ini bagian dari komitmen CSR perusahaan sejak tahun lalu. “Kami bangga menyerahkan perpustakaan digital ini sebagai wujud nyata dukungan kami pada dunia pendidikan. Kerjasama dengan Human Initiative membantu memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Raymon, tujuan utama perpustakaan digital adalah membuka akses literasi tanpa hambatan. “Kami ingin anak-anak Bandung dapat mengakses sumber belajar kapan saja dan di mana saja. Dengan membaca dan belajar digital, wawasan mereka akan semakin luas dan masa depan mereka semakin cerah,” ujarnya. (sp/ray)










