Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jateng

Perubahan Perilaku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

×

Perubahan Perilaku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

Sebarkan artikel ini
Perubahan perilaku, bisa jadi tanda masalah kesehatan jiwa.
Perubahan perilaku, bisa jadi tanda masalah kesehatan jiwa.

Suarapena.com, BATANG – Perubahan perilaku seseorang, seperti menjadi lebih pendiam, mulai menjauh dari lingkungan sosial, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan tidur, tak selalu bisa dianggap sebagai hal biasa. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya persoalan kesehatan jiwa yang perlu mendapat perhatian dari orang-orang terdekat.

Psikiater RSUD Batang, Rilla Fiftina Hadi, mengatakan tanda-tanda gangguan kesehatan jiwa kerap sulit dikenali karena tidak selalu terlihat secara kasat mata. Karena itu, perubahan dari kebiasaan atau perilaku seseorang menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Hal tersebut disampaikan Rilla dalam acara Workshop Kesehatan Mental yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang di Aula BPKPSDM, beberapa waktu lalu.

Menurut Rilla, masyarakat perlu lebih peka apabila menemukan perubahan perilaku yang cukup mencolok pada seseorang, terlebih jika kondisi tersebut berbeda dari kebiasaannya sehari-hari.

“Salah satu tanda yang bisa dideteksi (adalah) perubahan perilaku seseorang yang sering kali jadi lebih pendiam dari sebelumnya, jarang bersosialisasi, konsentrasi dalam pekerjaan juga mulai terganggu. Bisa juga adanya gangguan kesulitan tidur, yang menjadi beberapa tanda yang patut diperhatikan,” jelas Rilla dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Berita Terkait:  Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari 2026

Rilla menyebut, ketika mulai muncul tanda-tanda tersebut, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan memperhatikan kualitas dan waktu istirahat.

Ia mengingatkan agar waktu tidur pada malam hari tetap menjadi perhatian dan tidak sepenuhnya digantikan dengan tidur pada siang hari.

“Waktu tidur malam harus diperhatikan, dan jangan diganti dengan tidur siang, lalu coba berkomunikasi dengan orang terdekat dan dipercaya,” imbaunya.

Selain memperbaiki pola istirahat, komunikasi dengan orang yang dipercaya juga penting ketika seseorang mulai menghadapi persoalan kesehatan mental. Dukungan dari orang terdekat, kata Rilla, sebaiknya diberikan tanpa menghakimi ataupun menyudutkan.

Pendampingan yang dilakukan dengan sikap terbuka dan penuh perhatian diharapkan dapat membuat seseorang merasa lebih aman untuk menceritakan kondisi yang sedang dihadapinya.

Lebih lanjut, Rilla menjelaskan bahwa gangguan kesehatan jiwa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya kondisi biologis, faktor psikologis, hingga pengalaman perundungan atau bullying.

Karena itu, kepedulian lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam mengenali persoalan kesehatan jiwa sejak dini. Kepekaan terhadap perubahan perilaku dapat menjadi langkah awal untuk memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang menghadapi masalah.

Berita Terkait:  CGP Harus Implementasikan Inovasi dan Kreativitas Kegiatan Belajar Mengajar

Rilla pun mengajak masyarakat, khususnya para peserta workshop, untuk tidak menutup mata terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.

Menurut dia, perhatian sederhana dari keluarga, teman, maupun lingkungan sosial dapat menjadi bentuk dukungan berarti bagi seseorang yang tengah mengalami persoalan kesehatan mental.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Batang, Weni Ary Susanti, mengatakan pihaknya turut membentuk Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa).

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam membantu menangani berbagai persoalan sekaligus mendorong pemenuhan hak perempuan dan anak dari berbagai kalangan.

“Kaum perempuan yang tergabung dalam Puspa ini nantinya bisa jadi tempat untuk mengadu khususnya permasalahan perempuan dan anak, sehingga menemukan solusi yang tepat,” harapnya.

Pembentukan Puspa diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam memberikan pendampingan serta membantu perempuan dan anak memperoleh akses terhadap dukungan dan penyelesaian masalah yang mereka hadapi. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca