Scroll untuk baca artikel

HeadlineNewsPar-Pol

Puan Bilang Banjir Bali Jadi Ujian Nyata Negara, Pemulihan Harus Cepat dan Menyeluruh

×

Puan Bilang Banjir Bali Jadi Ujian Nyata Negara, Pemulihan Harus Cepat dan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR RI Puan Maharani bicara soal banjir yang melanda Bali, minta negara hadir, bergerak cepat penuhi kebutuhan masyarakat, secara menyeluruh.
Ketua DPR RI Puan Maharani bicara soal banjir yang melanda Bali, minta negara hadir, bergerak cepat penuhi kebutuhan masyarakat, secara menyeluruh.

Suarapena.com, JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan rasa duka yang sangat dalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerugian besar akibat banjir hebat yang melanda sebagian besar wilayah Bali. Menurutnya, bencana ini bukan hanya soal alam, tapi juga ujian bagi kapasitas negara dalam melindungi rakyatnya.

“Banjir di Bali telah menelan korban jiwa, menghancurkan rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi perekonomian Bali. Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi ujian serius bagi negara kita,” tegas Puan dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dengan data terbaru dari BNPB yang mencatat 14 jiwa melayang dan dua orang masih dalam pencarian, serta laporan BPBD Bali yang menunjukkan 120 titik banjir tersebar di tujuh kabupaten/kota, Puan menegaskan bahwa penanganan harus segera dilakukan tanpa tunda. Puluhan ribu warga terdampak, dengan 562 jiwa terpaksa mengungsi mencari tempat aman.

Berita Terkait:  Kata Puan RUU Perampasan Aset Baru Dibahas Setelah KUHAP Rampung

Puan mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Distribusi bantuan darurat harus dipercepat—makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi bayi, anak-anak, dan lansia harus tersedia sejak hari pertama,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ketua DPR RI ini juga menekankan pentingnya fasilitas pengungsian yang layak, sanitasi yang memadai, layanan kesehatan darurat, serta akses pendidikan sementara bagi anak-anak yang terdampak. “Pendataan korban, kerugian, dan jumlah pengungsi harus akurat dan transparan agar bantuan tepat sasaran,” tambah Puan.

Pemulihan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, drainase, dan pasar yang lumpuh akibat banjir juga menjadi fokus utama. Puan menegaskan bahwa mitigasi jangka panjang harus diperkuat dengan audit tata ruang, pengelolaan daerah aliran sungai, reboisasi hulu, dan pembangunan sistem drainase yang lebih baik.

Berita Terkait:  Kisruh SPMB, Puan Bilang Ini Bukan Lagi Masalah Musiman, Tapi Krisis Tata Kelola!

Puan juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang jelas dan terbuka agar masyarakat tidak kebingungan atau terlantar. “Pemerintah harus hadir nyata di lapangan dengan tindakan konkret, jangan sampai warga hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang,” tegasnya.

Lebih jauh, Puan menyoroti Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia yang harus segera pulih. Kerugian ekonomi yang dialami tidak hanya masyarakat lokal, tapi juga berpengaruh pada citra Indonesia di mata dunia.

“Pemulihan Bali harus menyeluruh, tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tapi juga memastikan para pedagang pasar, petani, dan pelaku UMKM mendapat dukungan finansial agar mereka bisa bangkit kembali,” jelas cucu Proklamator Bung Karno ini.

“Bencana ini mengingatkan kita semua, negara harus hadir secara nyata di saat rakyat paling membutuhkan. DPR RI akan mengawal proses pemulihan agar berjalan cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat,” tandas Puan. (r5/aha)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca