Scroll untuk baca artikel

HeadlineInternasional

Puan Maharani dan Megawati Temui Paus Fransiskus, Bahas Kerukunan Umat Beragama dan Perdamaian Dunia

×

Puan Maharani dan Megawati Temui Paus Fransiskus, Bahas Kerukunan Umat Beragama dan Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, VATIKAN – Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Senin (18/12/2023). Pemimpin Gereja Katolik itu menyambut kedatangan mereka dengan hangat.

Dalam pertemuan tersebut, Puan dan Megawati membahas hubungan Indonesia dan Vatikan yang sudah terjalin cukup erat sejak zaman Presiden pertama RI, Soekarno. Kedua negara selalu saling mendukung dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Saya sebagai cucu Presiden Soekarno, bersama Ibu saya, Ibu Megawati Soekarnoputri, mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada Vatikan yang sudah tiga kali memberi bintang kepada Presiden Soekarno di tahun 1956, 1959, dan 1964,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (20/12/2023).

Puan, yang merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR, juga menyinggung soal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Menurutnya, Pancasila mengikis perbedaan dan menguatkan kerukunan antar agama di tanah air.

“Sebagai salah satu negara muslim terbesar, dengan 87,2% penduduknya beragama Islam, kita Indonesia terus mengutamakan kerukunan antar umat beragama. Paus Fransiskus menyampaikan bahwa hal itu harus terus dilakukan agar toleransi antar agama terus dijaga agar perdamaian dunia bisa tercipta,” ujar Puan.

Berita Terkait:  Hari Parlemen Nasional Jadi Momentum DPR Berbenah Diri

Selain itu, Puan berharap pertemuannya dengan Paus Fransiskus dapat semakin menguatkan kerja sama antara Indonesia dan Vatikan. Khususnya dalam isu perdamaian dunia dengan memperbesar rasa persaudaraan, terutama dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan perang yang telah merenggut banyak korban jiwa.

“Paus Fransiskus juga menyampaikan pesan agar sesama umat manusia harus menjaga perdamaian dan kerukunan umat beragama untuk dunia saat sekarang dan di masa depan,” kata Puan.

Dia menambahkan, Indonesia dan Vatikan harus menjadi pendorong positif perdamaian di dunia, penyelesaian perang dan konflik di berbagai wilayah dunia.

Pada isu perdamaian dunia ini, Puan lantas berbicara mengenai konflik antara Israel dan Palestina yang masih terjadi di Jalur Gaza. Dia mengajak Vatikan untuk bersama Indonesia mendorong terciptanya perdamaian di wilayah tersebut.

“Saya mengajak Vatikan untuk mendorong implementasi segera gencatan senjata di Gaza, dan diberikannya segera akses bagi bantuan kemanusiaan. Selain itu akar permasalahan perlu diselesaikan yaitu memberi kemerdekaan penuh Palestina. Kita juga perlu mendorong implementasi solusi dua negara (two state solution),” papar Puan.

Konflik Israel dan Palestina telah berlangsung sejak tahun 1948, ketika Israel mendeklarasikan kemerdekaannya dan merebut sebagian wilayah Palestina. Sejak itu, kedua negara terlibat dalam perang dan bentrokan yang menimbulkan korban jiwa dan penderitaan di kedua belah pihak.

Berita Terkait:  Waspada! Megawati Ingatkan Kepala Daerah Terkait Bencana Alam

Di akhir pertemuan, Puan mendapat sebuah hadiah istimewa dari Paus Fransiskus berupa buku karangannya sendiri. Buku Paus Fransiskus tersebut menceritakan tentang pentingnya menerapkan kerukunan antar umat beragama.

“Saya juga mendapat buku, hampir mirip dengan ideologi kita Pancasila yang mengedepankan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Buku itu juga ditandatangani langsung oleh Paus Fransiskus,” terang Puan.

Dalam pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Puan dan Megawati didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kincahyono.

Turut hadir pula, staf Penasehat pada Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue atau PCID), Pastor Markus yang berasal dari Indonesia. Di Vatikan, Pastor Markus bertugas untuk Desk Dialog Katolik-Islam di Asia dan Pasifik.

Pastor Markus merupakan orang Indonesia pertama di Kuria Tahta Suci Vatikan. Selain menangani Desk Islam di Asia dan Pasifik, Pastor Markus juga dipercaya sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate yang bertugas untuk memajukan Pendidikan Perdamaian dan Pembentukan Duta-duta Perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani. (r5/bia/aha)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca