Suarapena.com, ISTANBUL – Pengiriman pertama bantuan kemanusiaan Qatar tiba di Jalur Gaza pada Senin pagi (27/1/2025), melewati perlintasan Erez (Beit Hanoun) di tengah kembalinya ribuan warga Palestina ke wilayah utara Gaza.
Bantuan sebesar 2.600 ton ini diizinkan masuk melalui terminal di bagian utara Gaza yang terhubung dengan Yordania, sebagai bagian dari upaya Qatar untuk mendukung rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan yang parah.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen negara tersebut untuk membantu Palestina yang dilanda penderitaan akibat serangan besar-besaran Israel yang telah menewaskan puluhan ribu warga.
Bantuan ini tiba setelah gencatan senjata yang diprakarsai oleh Qatar antara Hamas dan Israel pada 19 Januari lalu, yang juga melibatkan kesepakatan pertukaran tahanan.
Ribuan warga Palestina yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke Gaza utara pada hari yang sama, setelah gencatan senjata mulai berlaku. Fase pertama kesepakatan gencatan senjata ini dijadwalkan berlangsung selama enam pekan dan memberikan harapan bagi jutaan orang yang terdampak konflik.
Meskipun kesepakatan ini membawa sedikit harapan, dampak serangan Israel yang telah menewaskan lebih dari 47.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan infrastruktur, masih meninggalkan luka mendalam.
Tujuh tawanan Israel telah dibebaskan dalam pertukaran dengan 290 tahanan Palestina, namun tantangan besar masih dihadapi untuk mencapai perdamaian dan memulihkan wilayah yang hancur.
Sementara itu, dunia internasional terus mengawasi konflik ini dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, atas dugaan kejahatan perang, serta gugatan genosida yang dihadapi Israel di Mahkamah Internasional (ICJ). (sp/at)










