Suarapena.com, BEKASI – Menjelang akhir Tahun Anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat tercatat baru mencapai 82 persen. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, yang meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan untuk mempercepat kinerja agar target dapat tercapai sesuai rencana.
Faisyal menilai belum optimalnya realisasi PAD dapat berdampak pada pelaksanaan berbagai program pembangunan. Ia menegaskan perlunya langkah korektif dari setiap OPD, terutama dalam menggali potensi pendapatan yang belum tergarap secara maksimal.
“Realisasi PAD baru 82 persen ini harus menjadi perhatian serius. Saya minta seluruh OPD penghasil bekerja lebih maksimal agar target pendapatan bisa tercapai,” ujar Faisyal, Sabtu (22/11/2025).
Menurut Politisi Fraksi PDIP itu, pemerintah daerah perlu memperkuat inovasi dalam pengelolaan pendapatan. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan ketertiban administrasi sekaligus mencegah potensi kebocoran penerimaan daerah.
“Optimalisasi PAD tidak bisa hanya mengandalkan pola lama. Dibutuhkan inovasi dan pemanfaatan teknologi agar penerimaan daerah lebih efektif,” kata Faisyal.
Selain itu, ia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap OPD yang belum mampu mencapai target pendapatan. Identifikasi titik lemah, menurutnya, menjadi langkah awal untuk mempercepat perbaikan kinerja.
“OPD harus menemukan titik-titik yang masih lemah dan segera memperbaikinya,” ujarnya.
Faisyal berharap, dengan waktu yang tersisa, seluruh OPD dapat melakukan percepatan sehingga target PAD Tahun Anggaran 2025 dapat tercapai. “Tidak ada alasan untuk tidak mencapai target. Masih ada waktu, dan saya berharap OPD segera melakukan langkah konkret dan percepatan,” pinta Faisyal. (sp/pr)







