Suarapena.com, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rudy Heryansyah menggelar Reses I Tahun Anggaran 2026 dengan konsep berbeda. Dalam agenda serap aspirasi tersebut, ia secara khusus mengundang para ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan testimoni terbuka terkait kinerjanya sebagai wakil rakyat.
Anggota legislatif dari DPRD Kota Bekasi itu menyatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus evaluasi atas komitmen yang telah disampaikannya kepada warga saat masa kampanye.
“Saya sengaja mengundang RT, RW, serta tokoh masyarakat untuk memberikan testimoni terhadap kinerja saya. Alhamdulillah, mereka menyampaikan puas atas kehadiran dan komitmen saya di wilayah yang telah memilih,” ujar Rudy, Jumat (13/2/2026).
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan dari beberapa lingkungan yang dinilai belum sepenuhnya mendapatkan porsi program secara maksimal. Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari prinsip pemerataan dan skala prioritas dalam pengalokasian program di daerah pemilihan (dapil).
“Ada wilayah yang baru mendapatkan sedikit program. Namun, saya harus proporsional sesuai dengan janji dan mempertimbangkan kebutuhan yang lebih mendesak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyinggung mengenai alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta per RW. Ia mengimbau para pengurus RW agar menggunakan anggaran tersebut sesuai kebutuhan prioritas warga.
Beberapa penggunaan yang disarankan antara lain pengadaan kamera pengawas (CCTV) untuk meningkatkan keamanan lingkungan, pembelian sound system untuk kegiatan kemasyarakatan, serta penyediaan tenda dan kursi untuk menunjang aktivitas warga.
Adapun untuk pembangunan infrastruktur jalan dan program fisik berskala besar lainnya, ia menjelaskan bahwa hal tersebut umumnya masuk dalam mekanisme Pokok Pikiran (Pokir) dewan yang harus melalui tahapan perencanaan dan pembahasan anggaran.
Rudy berharap, melalui forum reses tersebut, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus terjalin secara terbuka, terlebih menjelang bulan Ramdan yang menjadi momentum mempererat silaturahmi.
“Kritik dan masukan tetap kami butuhkan agar program yang diperjuangkan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. (sp/pr)










