Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Sebelum Arus Mudik, Perbaikan 4.870 Jalan Berlubang di Jawa Tengah Ditargetkan Rampung

×

Sebelum Arus Mudik, Perbaikan 4.870 Jalan Berlubang di Jawa Tengah Ditargetkan Rampung

Sebarkan artikel ini
Menjelang mudik Lebaran 2026, Pemprov Jateng targetkan perbaikan 4.870 titik jalan berlubang.
Menjelang mudik Lebaran 2026, Pemprov Jateng targetkan perbaikan 4.870 titik jalan berlubang.

Suarapena.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan 4.870 titik jalan berlubang di seluruh wilayahnya rampung sebelum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Ahmad Luthfi mengatakan, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 4.870 titik lubang yang menjadi prioritas penanganan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Target kami menjelang arus mudik dan balik, lubang-lubang tersebut sudah tertutup, dan jalan dalam kondisi mantap. Ini menjadi komitmen kami demi keselamatan pengguna jalan,” ujar Luthfi, Kamis (19/2/2026).

Menurut dia, perbaikan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan perekonomian masyarakat.

Berita Terkait:  Jelang Nataru, DSDABM Bandung Pastikan Perbaikan Jalan Terus Berjalan Tanpa Henti

Ia menjelaskan, perbaikan jalan memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Kedua, mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah.

“Karena konektivitas jalan yang baik akan memperlancar pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng juga meresmikan dua ruas jalan yang telah selesai dipreservasi. Jalan Randudongkal–Moga diperbaiki dengan nilai kontrak Rp 26,32 miliar sepanjang 4,180 kilometer. Sementara Jalan Pemalang–Bantarbolang diperbaiki dengan anggaran Rp 24,5 miliar sepanjang 5,731 kilometer.

Berita Terkait:  Waspada Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, BMKG Bilang Puncak Hujan Belum Usai

Kedua ruas tersebut merupakan jalur strategis yang digunakan masyarakat untuk mobilitas harian maupun distribusi barang, terutama saat periode mudik Lebaran yang biasanya mengalami peningkatan volume kendaraan.

Luthfi menambahkan, pemerintah provinsi terbuka terhadap masukan masyarakat dalam upaya pembangunan daerah.

“Kami terbuka terhadap semua masukan. Apa pun yang kami lakukan ini untuk masyarakat Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, Asa, warga Desa Kecepit, Kecamatan Randudongkal, mengaku merasakan manfaat langsung dari perbaikan Jalan Randudongkal–Moga. Ia menyebut, sebelumnya kondisi jalan sempit dan kerap mengalami kemacetan saat Lebaran.

“Sekarang sudah bagus. Terima kasih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, semoga bermanfaat untuk warga sekitar,” ujarnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca