SUARAPENA.COM – Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) milik Pemerintah Kota Bekasi yang di kelola oleh UPTD PALD Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan yakin di tahun ini menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut lebih dari 2 miliar.
Saat ini, pengelolaan IPALD sudah masuk menjadi BLUD atau pengelolaan langsung.
Pada Agustus ini dikatakan Sekertaris Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi sudah masuk sekitar 1,9 Miliar lebih.
Ia optimis hingga akhir tahun akan mencapai 2 miliar lebih.
“Target 2 Miliar untuk PAD, dan saat ini sudah 1,9 Miliar. Saya pastikan hingga akhir tahun capaianya akan lebih dari target,” ujar Subroto, Rabu (10/8/2022).
Saat ini, Blud IPALD di Kota Bekasi dikelola oleh 65 orang dengan delapan unit truk pengangkut limbah. Delapan armada ini sudah melayani 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi.
“Armada saat ini memang masih tergolong kurang jika mengcover 56 Kelurahan. Tapi kita optimalkan yang ada.
Untuk pengelolaanya saat ini sudah dilakukan oleh 65 orang. Kerjasama dengan perusahaan terutama yang banyak karyawanya, karena sudah BLUD,” tutur Broto.
Subroto juga mengungkapkan, saat ini IPALD Kota Bekasi menjadi proyek percontohan nasional. Hal ini lantaran banyak daerah di Indonesia yang belum melakukan pengelolaan limbah domestik yang diurus langsung oleh daerah.
“Alhamdulillah saat ini menjadi percontohan beberapa daerah karena dianggap berhasil. Namun, saya akui untuk lokasi di Sumbur Batu, Bantar Gebang saat ini belum memadai karena masih kurang luas,” pungkasnya. (Pr/cr25)










