SUARAPENA.COM – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanjab Barat mengaku kesulitan dalam mengumpulkan saksi, bukti dan fakta saat muncul dugaan pelanggaran pemilu.
Dinilai cukup efektiv, Bawaslu menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar tidak terjadi pelanggaran.
Bawaslu juga mengajak masyarakat agar peduli dan tangggap terhadap persoalan penyelenggaraan pemilu.
Ketua Bawaslu Tanjab Barat, Hadi Siswa menjelaskan berbagai kendala salah satunya alasan kedekatan emosional antara pelapor dengan terduga pelanggar yang terkadang menjadi penghambat saat proses pembuktian.
“Kadang setelah kita cek ke lapangan diduga karena adanya faktor kedekatan atau kekerabatan yang kuat membuat enggan jadi saksi,” ujar Ketua Bawaslu Tanjabbar, Hadi Siswa, saat sosialisasi pengawasan pemilu dan kilas balik penyelenggaran pemilu 2019 di Hotel Rivoli, Kualatungkal, Selasa (22/10).
“Kebanyakan sejauh ini baru sebatas aduan. Yang ketika dicek ternyata tidak ada. Sejauh ini Bawaslu sudah mengajak segenap elemen masyarakat mengenal apa itu demokrasi dan ikut mengawasi pemilu. Bawaslu ajak masyarakat peduli pencegahan pelanggaran pemilu,” imbuh Mon Rezi anggota Bawaslu Tanjab Barat.
Selain berupaya memaksimalkan kinerja pengawas di TPS dan desa-desa, Bawaslu juga melakukan sosialisasi dengan mengajak berbagai lapisan masyarakat dan pemerintahan. (bin)










