Scroll untuk baca artikel
Parlemen dan PolitikPendidikan

Syaiful Huda Tolak Penghentian Sementara Anggaran LPDP, Justru Harus Ditambah

×

Syaiful Huda Tolak Penghentian Sementara Anggaran LPDP, Justru Harus Ditambah

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda

Suarapena.com, JAKARTA – Daripada mempertimbangkan ide untuk sementara waktu menghentikan alokasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), pemerintah seharusnya merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kuota penerima beasiswa. Proposal ini layak dipertimbangkan untuk memudahkan generasi muda mendapatkan akses pendidikan sampai ke tingkat universitas.

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, menyampaikan pernyataan ini melalui rilis persnya di Jakarta, Sabtu (27/1/2024). Dia dengan tegas menentang rencana Pemerintah Indonesia untuk mengalihkan alokasi anggaran LPDP untuk keperluan penelitian negara.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Kami menentang penghentian aliran dana APBN untuk LPDP. Menurut kami, aliran dana untuk LPDP harus ditambah agar kuota mahasiswa yang menerima beasiswa dari program ini semakin banyak,” kata Huda.

Peningkatan kuota ini perlu dilakukan karena tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN. Berdasarkan laporan yang diterima Huda, kuota penerima beasiswa LPDP berkisar antara 9.000-10.000 mahasiswa per tahun. Setiap tahun, APBN mengalokasikan Rp20 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan, yang digunakan untuk membiayai Program LPDP.

Berita Terkait:  Komisi X Pertanyakan Wacana Pemerintah Hentikan Sementara Alokasi Anggaran LPDP

Saat ini, Dana Abadi Pendidikan (DAP) telah mengumpulkan sebanyak Rp140 triliun dengan nilai manfaat per tahun digunakan untuk membiayai kebutuhan beasiswa sekitar Rp5 triliun. Mengetahui informasi ini, Huda lebih mendukung penambahan kuota penerima beasiswa LPDP.

Penambahan kuota ini, menurut Huda, perlu dilakukan karena tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Badan Pusat Statistik melaporkan hanya ada 10,15 persen penduduk Indonesia yang mampu menyelesaikan pendidikan sampai ke tingkat universitas.

Berita Terkait:  Kendala Penyaluran PIP Diminta Jangan Hambat Anak-anak hingga Putus Sekolah

Dia menyebutkan, biaya pendidikan perguruan tinggi yang tinggi adalah penyebab utama rendahnya tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. “Kami berpendapat bahwa pemerintah harus mulai mempertimbangkan langkah-langkah inovatif untuk meningkatkan peluang bagi siswa Indonesia untuk melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi. Salah satu caranya bisa dengan menggunakan manfaat dana abadi pendidikan,” tutup politisi dari Fraksi PKB itu. (ts/rdn/sng)