Scroll untuk baca artikel

KulturalSuara Jabar

Tujuh Karya Budaya Purwakarta Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

×

Tujuh Karya Budaya Purwakarta Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, PURWAKARTA – Tujuh karya budaya asal Kabupaten Purwakarta berhasil mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) baik di tingkat nasional maupun provinsi. Karya budaya tersebut meliputi kesenian, kuliner, dan tradisi yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah yang bersinergi dengan masyarakat dan pihak terkait. Ia juga mengajak seluruh warga Purwakarta untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi kekayaan dan identitas daerah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Karya budaya tersebut merupakan kekayaan dan identitas Kabupaten Purwakarta yang harus dijaga dan dilestarikan. Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya kita,” ujarnya.

Berita Terkait:  Libur Idul Adha 2023 Buka Peluang Purwakarta Jaring Wisatawan

Kepala Bidang Kebudayaan pada Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Wawan Supriatna, menjelaskan bahwa tujuh karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB itu adalah Kesenian Domyak, Kuliner Sate Maranggi, Simping Kaum, Seni Ibing Pencak Paleredan, Kuliner Gula Cikeris, Seni Carulung, dan Peuyeum Bendul.

“Ada tujuh karya budaya masyarakat Kabupaten Purwakarta yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda untuk periode 2018-2023 atau selama kepemimpinan ibu Anne Ratna Mustika sebagai Bupati Purwakarta,” katanya.

Berita Terkait:  Purwakarta Raih Surplus Pangan, Bupati Om Zein Gandeng Warga Panen Raya di Desa Cisaat

Dua dari tujuh karya budaya tersebut, yaitu Kesenian Domyak dan Kuliner Sate Maranggi, telah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. Sementara lima karya budaya lainnya telah ditetapkan sebagai WBTB Provinsi Jawa Barat.

Wawan menambahkan bahwa upaya pelestarian budaya melalui penetapan WBTB ini juga merupakan salah satu upaya Bupati Anne Ratna Mustika dalam merawat kebudayaan lokal dan mengembangkan kesenian di Kabupaten Purwakarta.

“Keberhasilan memperjuangkan karya budaya menjadi WBTB ini merupakan hasil kerja keras Pemkab Purwakarta yang bersinergi dengan masyarakat dan semua pihak terkait,” tuturnya. (*/red)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca