Suarapena.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Bandung Yana Mulyana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Yana terkena OTT KPK pada Jumat (14/5/2023) malam atas dugaan suap pengadaan kamera pegawas (CCTV) dan jasa penyedia jaringan internet.
“Sebagai Gubernur saya sangat prihatin dan sebagai mantan Wali Kota Bandung yang dulu ngurusin Bandung begitu rupa saya sangat sedih, susah diceritakan perasaannya,” ujar Ridwan Kamil baru-baru ini, Minggu (16/4/2023).
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menceritakan, sehari setelah peristiwa itu dia langsung mendatangi kantor Pemkot Bandung untuk memastikan pelayanan terhadap masyarakat Kota Bandung tidak terganggu.
Dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri yang mana sesuai aturan pejabat tertinggi pada birokrasi Pemkot Bandung akan menjadi Pelaksana Harian yaitu Sekda Kota Bandung.
“Saya sudah konsultasi ke Pak Mendagri sementara sesuai aturan PLH – nya adalah Pak Sekda selaku posisi tertinggi di birokrasi,” ungkap Emil.
Emil pun berharap agar peristiwa OTT Wali Kota Bandung menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi pejabat yang tersandung kasus korupsi di Jabar.
“Saya berharap ini yang terakhir, ini doa tulus saya supaya masyarakat bisa fokus pada pembangunan. Kepada para bupati/ wali kota agar selalu mengedepankan integritas. Tugas utama pemimpin hanyalah untuk melayani masyarakatnya.
Pokoknya saya titip kepada 27 kepala daerah di Jabar selalu mengedepankan integritas, ingat niat kita dalam memimpin adalah untuk melayani masyarakat bukan yang lain,” pungkasnya. (Bo/Sp)










