Suarapena.com, BEKASI – Suasana pagi di Plaza Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (7/7/2025), terasa berbeda. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam apel gabungan, mengangkat tiga isu krusial yang menjadi sorotan publik.
Tiga isu tersebut yakni kesiapsiagaan menghadapi curah hujan tinggi, respons terhadap isu viral, dan penguatan kedisiplinan aparatur.
Dalam tiga hari terakhir, diketahui intensitas hujan di wilayah Bekasi meningkat tajam. Menyikapi hal tersebut, Tri menegaskan seluruh jajaran harus siaga menghadapi potensi banjir, terutama di titik-titik yang selama ini kerap tergenang.
“Jangan lagi hanya melaporkan ‘cepat surut’. Itu sudah biasa. Yang luar biasa adalah ketika kita bisa memastikan lokasi itu tidak banjir lagi ke depannya,” tegas Tri.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengucurkan dana Rp100 miliar khusus untuk penanganan banjir di Kali Bekasi. Dana tersebut akan dikelola melalui DBMSDA, termasuk untuk mengatasi persoalan lahan timbul yang kerap jadi hambatan teknis.
Tak hanya soal cuaca ekstrem, Tri juga menanggapi dua isu publik yang sempat viral di media sosial dalam sepekan terakhir. Pertama, soal seorang siswi dari keluarga pemulung di Bantargebang yang gagal masuk SMP Negeri.
Tri menjelaskan, siswi tersebut adalah warga Kabupaten Bekasi, sehingga tidak termasuk dalam sistem zonasi Kota Bekasi. Meski demikian, koordinasi telah dilakukan bersama Bupati Bekasi dan Gubernur Jawa Barat agar isu ini tidak berlarut.
Isu kedua menyangkut dugaan malpraktik di RSUD Kota Bekasi. Menyikapi kabar tersebut, Tri langsung menemui keluarga korban dan melakukan pengecekan di lapangan.
“Tidak ditemukan indikasi malpraktik. Tapi yang terpenting, kita harus terbiasa merespons dengan data dan kepala dingin. Komunikasi terbuka dan kecepatan respons adalah kunci,” tegasnya.
Menutup arahannya, Tri menekankan pentingnya etos kerja, disiplin, dan integritas bagi para ASN dan PPPK, khususnya yang baru dilantik. Ia mengingatkan agar seluruh aparatur cepat beradaptasi dengan ritme kerja yang menuntut tanggap dan sigap terhadap keluhan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media.
“Selamat bekerja. Jangan anggap enteng laporan warga, apalagi yang viral. Respons cepat dan kerja penuh integritas adalah wajah kita sebagai pelayan masyarakat,” tandasnya. (sp/ndt)










