Suarapena.com, REMBANG – Warga Kabupaten Rembang yang bermukim di bantaran sungai serta kawasan dataran tinggi diimbau meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan terjadi pada Januari 2026, termasuk di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Sri Jarwati mengatakan, intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir telah memicu sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
“BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Pantura, khususnya Kabupaten Rembang, pada 10–13 Januari. Pada periode itu diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata Sri, Selasa (13/1/2026).
BPBD mencatat, sejak 8 hingga 11 Januari 2026, hujan deras menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah warga di sejumlah kecamatan.
Banjir pertama terjadi pada 8 Januari 2026 di Kecamatan Pamotan. Luapan air setinggi sekitar 40 sentimeter menggenangi jalan dan SDN 1 Pamotan akibat saluran air yang tersumbat sampah serta timbunan tanah.
“Hujan deras berikutnya dari Jumat malam hingga Sabtu menyebabkan banjir kiriman dari hulu di Desa Menoro, Kecamatan Sedan. Aliran air tersumbat dapuran bambu yang menutup jembatan di dekat Balai Desa Menoro,” ujar Sri.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Rembang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana melakukan kerja bakti dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan sumbatan. Penanganan banjir rampung pada Sabtu.
Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Johogunung, Kecamatan Pancur; Sendangcoyo, Kecamatan Lasem; serta Desa Sanetan dan Labuhankidul, Kecamatan Sluke. Longsor juga terjadi di Dukuh Kanung, Desa Tlogotunggal, yang melibatkan bangunan permanen berupa gudang tembakau di bantaran sungai.
Sri menegaskan, lokasi tersebut masuk dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Grawan sehingga pembangunan bangunan permanen di bantaran sungai tidak diperbolehkan. “Secara aturan, bantaran sungai yang menjadi tanggul sungai tidak boleh didirikan bangunan permanen,” katanya.
Sementara itu, kejadian pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Kepohagung, Kecamatan Pamotan, serta Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan.
“Seluruh kejadian sejak 8 hingga 11 Januari sudah kami laporkan kepada bupati dan wakil bupati. BPBD siaga 24 jam, baik personel maupun peralatan,” ujar Sri.
BPBD Rembang mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk terus memantau informasi cuaca dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat. (sp/pr)










