Suarapena.com, BEKASI – Warga RW 06, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menyampaikan keluhan terkait persoalan banjir dan minimnya penerangan jalan umum (PJU) saat kegiatan Reses I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, H. Edi, Sabtu (14/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menilai banjir masih kerap terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi. Genangan air disebut muncul akibat saluran drainase yang belum memadai.
Menanggapi hal itu, H. Edi meninjau langsung sejumlah titik yang dikeluhkan warga seusai kegiatan reses.
“Setelah kita pantau, salah satu solusinya yakni membuat drainase atau sumur resapan agar tidak lagi banjir,” kata H. Edi.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur pengendali banjir perlu direncanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan ketersediaan anggaran.
Ia menyatakan akan mengawal aspirasi warga tersebut agar dapat masuk dalam prioritas pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Tentu aspirasi warga yang mendesak pasti kita akan kawal dan perjuangkan, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Selain banjir, warga juga mengeluhkan minimnya PJU di sejumlah ruas jalan lingkungan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan pada malam hari.
H. Edi mengatakan akan melakukan pendataan titik-titik yang membutuhkan tambahan PJU sebelum mengusulkannya dalam pembahasan anggaran bersama dinas terkait.
Kegiatan reses tersebut pun menjadi bukti pentingnya komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat. Bagi warga RW 06 Jatisari, harapan kini tertuju pada realisasi nyata dari aspirasi yang telah mereka suarakan—agar persoalan banjir dan minim penerangan tak lagi menjadi masalah tahunan di lingkungan mereka. (sp/pr)










