Scroll untuk baca artikel

News

Waspada! Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Risiko Banjir

×

Waspada! Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Risiko Banjir

Sebarkan artikel ini
BMKG ingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem di hampir sejumlah wilayah Indonesia. Hujan lebat, angin kencang, hingga risiko banjir mengintai.
BMKG ingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem di hampir sejumlah wilayah Indonesia. Hujan lebat, angin kencang, hingga risiko banjir mengintai.

Suarapena.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Hujan lebat, angin kencang, hingga risiko banjir dan longsor mengintai berbagai daerah dari barat hingga timur Nusantara.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa saat ini kondisi atmosfer tengah mengalami dinamika kompleks yang berkontribusi besar terhadap meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem ini bisa memicu banjir besar, tanah longsor, bahkan gelombang tinggi di beberapa wilayah pesisir,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

BMKG menjelaskan bahwa sejumlah fenomena atmosfer global tengah aktif secara bersamaan. Fase Dipole Mode Index (DMI) negatif, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR), serta pengaruh dari Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, Rossby ekuator, hingga gelombang atmosfer frekuensi rendah, berkontribusi dalam membentuk awan hujan pekat.

Tak hanya itu, bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia bagian barat Bengkulu menambah keruwetan atmosfer, menciptakan pertemuan dan belokan angin yang memperbesar peluang terbentuknya hujan ekstrem. Di sisi lain, pola angin siklonik di wilayah Kalimantan Utara turut memperparah situasi.

Berita Terkait:  Siklon Tropis Sebabkan Banjir Bandang, Longsor, dan Retakan Tanah di Sukabumi

Adapun wilayah-wilayah yang terancam berpotensi hujan lebat, periode 12–14 September 2025 yakni Riau, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Timur, Utara, dan Selatan, Sulawesi Tengah dan Barat, Maluku, Papua Tengah dan Selatan.

Sementara angin kencang diperkirakan melanda Kep. Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Pada periode 15–18 September, giliran Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat dan Selatan, Papua Tengah, Pegunungan, dan Selatan yang berpotensi diguyur hujan deras. Angin kencang diprediksi masih mengancam di lokasi yang sama.

Bencana banjir dan longsor yang melanda Bali pada 9–10 September menjadi bukti nyata dahsyatnya dampak cuaca ekstrem. Sebanyak 120 lebih titik banjir tercatat di tujuh kabupaten/kota. Kota Denpasar menjadi yang paling parah dengan 81 titik genangan.

BMKG mengungkapkan curah hujan ekstrem sebagai penyebab utama. Di Jembrana, tercatat 385,5 mm hujan dalam sehari—hampir 3 kali lipat ambang ekstrem. Tampak Siring (373,8 mm), Karangasem (316,6 mm), dan beberapa wilayah lain juga mencatat rekor serupa.

Berita Terkait:  Prediksi BMKG Hujan Guyur Jakarta Sepanjang Kamis dengan Intensitas Ringan hingga Sedang

Menurut Dwikorita, tingginya curah hujan ini diperparah oleh kondisi atmosfer yang sangat labil di atas Bali, serta lemahnya sistem drainase dan alih fungsi lahan yang menyebabkan air hujan tidak terserap dengan baik.

BMKG mengingatkan bahwa peringatan dini telah dikeluarkan sejak 5 September 2025 dan terus diperbarui melalui sistem nowcasting setiap beberapa jam saat kondisi cuaca ekstrem terpantau.

Dwikorita menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memantau informasi resmi BMKG melalui aplikasi, media sosial, maupun siaran berita. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga daerah resapan air menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

“Dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, kita bisa meminimalkan risiko bencana. Cuaca ekstrem masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan—jangan anggap remeh,” pungkasnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca