Suarapena.com, JEPARA – Sebanyak 62 peraga busana ambil bagian dalam Jepara Art Carnival 2026 yang digelar di Jalan Pemuda Jepara, Sabtu (15/8/2026) malam.
Gelaran tahunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung meriah dan menarik perhatian ribuan warga.
Tak sekadar menjadi hiburan, Jepara Art Carnival 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi daerah Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Menurut Witiarso, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa berbagai kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jepara mendapat sambutan positif.
“Dengan antusiasme yang luar biasa kita berkolaborasi, kita semakin bersinergi sehingga chemistry pemerintah dan masyarakat semakin erat,” kata Witiarso, Selasa (18/8/2026).
Meski mendapat sambutan antusias, Witiarso mengatakan masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan disempurnakan untuk pelaksanaan Jepara Art Carnival pada tahun-tahun mendatang.
Ia juga berharap semakin banyak kegiatan dan acara yang digelar di Jepara dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Menurut dia, berbagai event tersebut diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata.
“Semakin banyak event, mudah-mudahan semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Kekayaan budaya lokal turut ditampilkan dalam kostum para peserta Jepara Art Carnival 2026.
Salah satunya diperlihatkan Juniar Saprova, peserta dari Kecamatan Donorojo. Ia membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk mempersiapkan kostum yang dikenakannya.
Kostum tersebut mengangkat tema Jembul Tulakan dan dilengkapi dengan pusaka khas Donorojo yang disebut Tulak.
“Jembul Tulakan ini menjadi Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020, dan menjadi salah satu kebanggaan Jepara,” ujar Juniar.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Jepara Art Carnival menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Donorojo kepada masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, salah seorang penonton, Linda, mengaku menikmati pelaksanaan Jepara Art Carnival 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar pada tahun depan dengan konsep yang semakin menarik.
Gelaran Jepara Art Carnival 2026 sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal dapat dikemas menjadi sebuah pertunjukan yang menarik masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jepara. (sp/pr)







