Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, menegaskan pentingnya sinergi dan keterlibatan berbagai pihak dalam mengatasi persoalan yang dialami masyarakat terdampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Menurutnya, keberadaan masyarakat lokal dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam diskusi sangat krusial agar solusi yang dihasilkan bisa menyentuh akar masalah secara menyeluruh.
Dalam kunjungan kerja BAM DPR ke Kalimantan Timur, yang melibatkan Kepala Otorita IKN dan Pemerintah Provinsi, pembahasan utama berfokus pada dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya yang dirasakan masyarakat sekitar. Sayangnya, pertemuan ini belum melibatkan langsung masyarakat terdampak maupun NGO yang selama ini menjadi suara warga di lapangan.
“Kita berharap masyarakat terdampak dan NGO bisa ikut terlibat. Meski belum hadir hari ini, kami yakin data dan informasi yang dibutuhkan bisa kami peroleh,” ujar Adian dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil harus membangun harmoni antara negara, perusahaan, dan rakyat, tanpa menyisakan rasa dendam.
Adian juga menjamin bahwa seluruh data yang terkumpul akan diverifikasi dengan seksama dan digunakan sebagai dasar penyusunan solusi bersama. “Data ini akan kami cek, kami kumpulkan, lalu kita cari solusi terbaik secara bersama,” tuturnya.
Dengan pendekatan kolaboratif dan transparan ini, BAM DPR berharap pembangunan IKN tidak hanya menjadi proyek besar, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini hidup di wilayah tersebut. (r5/aha)










