Scroll untuk baca artikel

HeadlinePemerintahan

Airlangga Hartarto Sebut Dunia Industri Dongkrak Ekonomi Nasional

×

Airlangga Hartarto Sebut Dunia Industri Dongkrak Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Airlangga Hartarto Sebut Dunia Industri Dongkrak Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berikan keterangan kepada awak media usai hadiri seminar HRD Forum Jababeka.

SUARAPENA.COM – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut dunia industri dongkrak ekonomi nasional. Hal ini disampaikannya usai hadiri seminar HRD Forum Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/2/2019).

Airlangga mengatakan, dunia industri yang didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten membuat daya industri di Indonesia memiliki daya saing yang tinggi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Kami telah meluncurkan program pendidikan vokasi industri untuk mendaptakan SDM yang kompeten dan profesional dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional,” ungkap Airlangga Hartarto.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyusun kebijakan dan program operasional terkait pengembangan SDM industri berbasis kompetensi. Kebijakan tersebut, antara lain penyusunan dan penetapan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bidang industri, peningkatan kapasitas dan fasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri dan Asessor Profesi, serta penyusunan program pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi.

Berita Terkait:  Sepakat! Golkar-PKS Jauhi Politik Identitas di 2024

Tahun ini, Kemenperin menargetkan program pendidikan vokasi industri ini diikuti sebanyak 1.775 SMK dan 355 industri dengan jumlah lulusan tersertifikasi yang dihasilkan mencapai 845.000 orang. Kemenperin optimistis target satu juta SDM industri yang tersertifikasi kompetensi sampai tahun 2019 akan tercapai, dengan 845.000 siswa program link and match dan 162.000 lulusan Dilklat 3in1.

Berita Terkait:  Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Capai Rp172 Triliun

Airlangga menjelaskan, tenaga kerja industri telah memasuki enam besar dengan kontribusi terhadap tenaga kerja Sub-Sektor (Industri pengelolaan non Migas) formal yang menempatkan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Tenaga kerja pengelolahan sepanjang 2018 diperkirakan mencapaj 18,25 juta orang. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap jumlah total tenaga kerja nasional,” ungkapnya.

Gedung Sekolah Vokasi Industri di atas lahan tanah PT. Gunung Raja Paksi
Peletakan batu pertama Gedung Sekolah Vokasi Industri di atas lahan tanah PT. Gunung Raja Paksi oleh Menperin Airlangga Hartarto.

Usai hadiri HRD Forum Jababeka, Airlangga Hartarto bertolak menuju PT. Gunung Raja Paksi di Cikarang Barat dan melakukan peletakan batu pertama Gedung Sekolah Vokasi Industri. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca