Suarapena.com, JAKARTA – Pembunuhan yang terjadi terhadap aktivis perempuan Papua Michelle Kurisi Doga diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pembunuhan ini sontak menjadi perhatian publik. Sasaran kekerasan yang menimpa warga sipil ini menurut Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Diketahui jenazah Michelle ditemukan di Distrik Kolawa, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Aparat keamanan diminta serius untuk menindak segala bentuk kekerasan agar tidak menimbulkan gejolak sosial ditengah masyarakat.
Terlebih, pihak KKB melalui juru bicaranya Sebby Sambom mengonfirmasi bahwa pihaknya lah yang melakukan aksi keji tersebut.
“Kekerasan di Papua sudah makin mengerikan. Korbannya kali ini adalah masyarakat sipil, aktivis perempuan dan anak Papua. Kami amat sesalkan dan mengutuk keras kejadian ini. Aparat harus bertindak tegas. Sebelumnya juga banyak korban masyarakat sipil berjatuhan. Jangan sampai negara dianggap lemah di hadapan kelompok kriminal yang secara brutal hanya ingin menunjukkan eksistensi mereka,” kata Christina dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2023).
Baginya situasi konflik di Papua dengan eskalasi kekerasan yang terus meningkat sudah diluar batas nalar kemanusiaan. Karenannya ia meminta agar aparat keamanan mengambil sikap tegas dan tidak mentolerir setiap tindak tanduk KKB itu.
”Ketika yang menjadi korban adalah aktivis kemanusiaan maka situasi sudah darurat. Tidak bisa dengan cara biasa lagi. perempuan, anak-anak, aktivis kemanusiaan, mereka harus dilindungi dan tidak ada hubungannya dengan konflik antar kombatan. TNI dan Polri harus ambil sikap tegas,” tuturnya menegaskan.
Terakhir, pada level pimpinan, solusi masalah Papua menurut Christina harus diurai mulai dari persoalan keamanan. Pengendalian keamanan harus jadi prioritas saat ini sebelum bicara soal-soal yang lain.
“Presiden bolak balik ke Papua, masalah keamanan harus jadi prioritas. Kami dorong fokus dulu ke urusan pengendalian keamanan baru urusan yang lain,” ucapnya. (sp/ann/aha)










