Suarapena.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Bantuan senilai ratusan juta rupiah ini dikirim untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama bencana.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan pada Sabtu (17/1/2026) sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Tujuannya agar pemerintah provinsi hadir secara cepat di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” kata Imam, Minggu (18/1/2026).
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah dan ketersediaan stok logistik. Kabupaten Kendal menerima Rp80.634.760, Batang Rp131.964.010, Pemalang Rp171.390.415, dan Kota Pekalongan Rp65.130.491. Seluruh bantuan diserahkan kepada Dinas Sosial setempat untuk dikelola lebih lanjut.
“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaan menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, serta pakaian anak. Selain itu, Dinas Sosial Jawa Tengah juga mendirikan dapur umum di daerah yang mengalami kesulitan pemenuhan pangan, salah satunya di Pemalang, dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.
Masyarakat setempat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait juga mendirikan enam dapur umum mandiri. Hingga saat ini, belum ada laporan pengungsian di wilayah terdampak.
Terkait musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, Imam menyampaikan, Pemprov Jateng telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk logistik tambahan dan koordinasi santunan bagi korban meninggal dunia serta rumah hanyut.
“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial,” ujarnya. (sp/pr)










