Oleh: Erlangga Abdul Kalam
Direktur Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi/KiSSNed
DALAM dinamika politik Indonesia, figur wakil rakyat yang mampu menjembatani aspirasi publik dengan kebijakan pemerintah adalah sebuah keniscayaan. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus pembisik strategis Presiden Prabowo Subianto, adalah salah satu sosok yang memenuhi kriteria tersebut.
Dasco bukan sekadar politisi yang berjarak dengan konstituen. Ia adalah contoh nyata bagaimana seorang wakil rakyat seharusnya bertindak: ramah, komunikatif, dan responsif. Dalam kapasitasnya sebagai ketua harian Partai Gerindra, Dasco tidak hanya fokus pada agenda politik, tetapi juga memastikan bahwa pemerintah “hadir” untuk rakyat.
Peran Strategis di Balik Layar Â
Kontribusi Dasco dalam pemerintahan Prabowo tidak bisa diabaikan. Beberapa kebijakan progresif, seperti penyelesaian sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara, distribusi gas LPG 3 kg yang sempat langka, hingga rekonsiliasi politik nasional antara Prabowo dan Megawati Soekarnoputri, menunjukkan bahwa perannya sebagai bridge builder sangat krusial.
Kemampuan Dasco dalam merancang solusi cepat dan tepat adalah bukti bahwa politik tidak melulu tentang retorika, melainkan aksi nyata. Ia bekerja tanpa banyak pencitraan, tetapi hasilnya terasa.
Gaya Kepemimpinan yang Patut Dicontoh Â
Apa yang membedakan Dasco dengan politisi kebanyakan? Kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat. Di tengah kesibukannya di parlemen dan pendampingan terhadap Presiden Prabowo, ia tetap menyempatkan diri merespons pesan dari publik. Pengalaman pribadi saya berinteraksi dengannya membuktikan bahwa ia adalah politisi yang mudah diakses dan rendah hati.
Sayangnya, tidak semua anggota DPR memiliki gaya kepemimpinan seperti Dasco. Banyak yang masih terjebak dalam politik omon-omon (janji-janji kosong) dan enggan membuka ruang dialog dengan konstituen. Padahal, esensi demokrasi adalah mendengar suara rakyat.
Dasco sebagai Role Model Politisi MudaÂ
Generasi muda Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya cerdas secara strategis, tetapi juga memiliki integritas dalam berkomunikasi. Dasco membuktikan bahwa kepemimpinan yang inklusif bisa diterima lintas partai. Ia mampu bekerja sama dengan siapa pun tanpa sekat politik, karena fokusnya adalah solusi, bukan ego sektoral.
Bayangkan jika semua wakil rakyat memiliki karakter seperti Dasco: responsif, solutif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pasti Indonesia akan melesat lebih cepat dalam mencapai kemajuan.
Penutup
Dasco Ahmad adalah bukti bahwa politik bisa dijalankan dengan ketulusan dan keterbukaan. Ia tidak hanya membantu Presiden Prabowo mewujudkan Asta Cita, tetapi juga menunjukkan bahwa politisi ideal adalah yang mendengar, bukan sekadar berbicara.
Sudah saatnya Senayan diisi oleh lebih banyak sosok seperti Dasco, wakil rakyat yang benar-benar representatif, bukan sekadar pencari kursi. (*)










