Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai isu yang menyebut dirinya bakal menjadi Wakil Presiden merupakan upaya pengalihan perhatian dari persoalan dugaan penyadapan ilegal yang tengah menjadi sorotan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Dasco melalui akun media sosialnya pada Kamis (5/11/2026). Ia membantah kabar mengenai kemungkinan dirinya menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.
“Ada upaya pengalihan isu dari hot isu penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres,” tulis Dasco.
Ia juga menegaskan bahwa informasi mengenai dirinya bakal menjadi Wakil Presiden tidak benar.
“Ada upaya pengalihan isu, saya pastikan itu hoax!” tegasnya.
Pernyataan Dasco tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap dugaan penyadapan ilegal yang disebut menyasar Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat dan tokoh lainnya.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan komunikasi dan perlindungan informasi negara.
Sejumlah pihak turut menyoroti dugaan aktivitas penyadapan tersebut. Penanganan kasus ini pun dinilai perlu dilakukan secara serius agar fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap secara jelas.
Di sisi lain, muncul narasi di ruang publik mengenai kemungkinan pergantian posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Nama Dasco kemudian ikut dikaitkan dengan spekulasi tersebut.
Namun, Dasco telah membantah kabar yang menyebut dirinya akan menjadi Wakil Presiden.
Hingga kini, tidak terdapat keputusan resmi mengenai pergantian Wakil Presiden maupun penunjukan Dasco untuk menduduki jabatan tersebut.
Publik kini menantikan kejelasan terkait dugaan penyadapan ilegal tersebut, termasuk hasil penelusuran dan langkah hukum dari pihak berwenang.
Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi politik, pengungkapan fakta terkait dugaan penyadapan dinilai tetap menjadi hal penting agar perhatian publik tidak teralihkan dari persoalan utama. (r5/bo)







