Warga setempat, Andri (45) mengaku tak setuju jika ada tempat hiburan berupa diskotik di wilayahnya.
“Tempat seperti itu justru memperparah penyakit masyarakat dalam perkara kemaksiatan di Bumi Tegar Beriman ini. Bagaimana kampung kita mau insani kalau mulai dari pengelola ruko (Metland) dan pemerintah kurang tegas dan teliti mengambil tindakan terhadap usaha THM tersebut,” ungkapnya, Minggu (16/2/2020)
“Semalam Sabtu (15/2) pukul 11 lewat malam saya cek ke depan lokasi tempat hiburan malam diskotik EmsE itu, dan benar banyak pengunjung yang keluar masuk pintu THM itu. Kalau cuma rumah bernyanyi atau resto kenapa sampai tengah malam kan aneh,”










