SUARAPENA.COM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan kunci utama dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat ialah tata kelola pemanfaatan air yang bijak.
Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak menjadi faktor kunci penentu kualitas kesehatan seseorang.
Meski 71 persen bumi tertutup oleh air, Wapres menyebut hanya sekitar 13 persen air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bagi lebih dari 7 miliar manusia.
Oleh karena itu, masalah krisis air merupakan salah satu isu yang mengemuka, sehingga diperlukan juga perhatian di tingkat internasional.
“Kompleksnya pengelolaan sumber daya air memerlukan berbagai pendekatan dan kebijakan yang melibatkan multisektor, termasuk kebijakan yang secara global diterima dan masuk akal,” kata Wapres Ma’ruf Amin, Senin (14/3/2022).
Dalam acara acara the 2nd Asia International Water Week (AIWW) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Wapres pun menyampaikan tiga permasalahan yang saat ini menjadi fokus kerja pemerintah.
Diantaranya ialah penghapusan kemiskinan ekstrem, pembangunan sumber daya manusia unggul, dan penurunan angka stunting.
Hal ini dikatakan Wapres, sangat berkorelasi dalam tata air secara nasional. Untuk itu, Indonesia terus melakukan berbagai program dalam rangka mengelola pemanfaatan air secara berkelanjutan.
“Kami terus mengembangkan potensi air sebagai pembangkit listrik dan floating solar dalam rangka menciptakan energi yang bersih untuk lingkungan.
Selain itu, kami mendorong pengelolaan air bersih secara berkelanjutan melalui manajemen sumber daya air terintegrasi,” ungkap Wapres.
Wapres pun mengharapkan agar hasil yang didapat dalam forum ini bisa memberikan solusi bagi permasalahan air. Tak hanya di tingkat nasional, namun juga di tingkat internasional.
“Saya berharap dari Asia Internasional Water Week ini dapat dihasilkan terobosan untuk menghasilkan solusi dari masalah air di kawasan kita.
Selamat melaksanakan konferensi dengan produktif dengan menikmati pesona Labuan Bajo yang indah,” pungkas dia. (Bo/Skb)










