Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Diusulkan Cucu KH. Noer Ali, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Disetujui Wali Kota dan DPRD

×

Diusulkan Cucu KH. Noer Ali, Pembangunan Monumen Sasak Kapuk Disetujui Wali Kota dan DPRD

Sebarkan artikel ini
Cucu sang Pahlawan, KH. Imam Faturahman, saat mengusulkan pembangunan monumen di wilayah Sasak Kapuk, Bekasi Utara, yang disetujui oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan lintas fraksi di DPRD Kota Bekasi.
Cucu sang Pahlawan, KH. Imam Faturahman, saat mengusulkan pembangunan monumen di wilayah Sasak Kapuk, Bekasi Utara, yang disetujui oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan lintas fraksi di DPRD Kota Bekasi.

Suarapena.com, BEKASI – Sebuah langkah monumental tengah dipersiapkan di jantung Bekasi Utara. Di atas tanah bersejarah Kali Sasak Kapuk, tempat di mana darah dan semangat perjuangan pernah membasahi bumi, kini akan dibangun sebuah monumen megah untuk mengenang sosok pahlawan nasional, KH. Noer Ali.

Gagasan ini disuarakan langsung oleh cucu sang Pahlawan, KH. Imam Faturahman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan KH. Noer Ali. Dalam momen khidmat tabur bunga di lokasi tersebut, Minggu (17/8/2025), ia menegaskan bahwa usulan pembangunan monumen bukan sekadar bentuk penghormatan—tetapi juga penanda sejarah yang akan menyala untuk generasi yang akan datang.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Mungkin Wali Kota bisa membuat prasasti di sini agar masyarakat tahu bahwa tempat ini adalah lokasi bersejarah perjuangan KH. Noer Ali. Beliau adalah satu-satunya ulama Betawi yang diakui sebagai pahlawan nasional,” ucap KH. Imam.

Kali Sasak Kapuk bukan tempat biasa. Di titik inilah, KH. Noer Ali bersama laskar rakyat Bekasi bertempur habis-habisan melawan penjajah. Ia bukan hanya ulama yang berdakwah, tapi juga pejuang garis depan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Berita Terkait:  Komarudin Sebut Pengembangan UMKM di Kota Bekasi Potensi Pertumbuhan Ekonomi yang Harus Dimaksimalkan

“Tanpa monumen atau penanda khusus, sejarah penting ini bisa terlupakan, terutama oleh generasi muda,” lanjut KH. Imam, penuh harap.

Menanggapi seruan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan komitmennya. Pemerintah Kota akan membangun monumen sebagai simbol penghormatan yang tak lekang oleh waktu.

“Bekasi punya sejarah panjang perjuangan, dan ini harus diwariskan. Pemerintah akan membangun monumen di Sasak Kapuk sebagai bukti bahwa para pahlawan tak pernah dilupakan,” ujar Wali Kota saat napak tilas bersama para tokoh, Minggu (17/8/2025).

Dukungan juga datang dari berbagai fraksi di DPRD Kota Bekasi, memperkuat sinyal bahwa rencana ini bukan sekadar wacana.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi (PKS), menyatakan persetujuannya dan membuka peluang realisasi melalui anggaran yang tersedia.

“Kita cek di anggaran, apakah bisa melalui anggaran murni atau perubahan. Prinsipnya saya setuju. Ini penting agar generasi tidak buta sejarah,” tegas Sardi.

Senada, Ketua Fraksi Gerindra, Misbahudin, melihat monumen ini sebagai ikon sekaligus sarana edukasi. Namun ia mengingatkan pentingnya perencanaan matang dan desain yang merepresentasikan budaya Bekasi.

Berita Terkait:  Infrastruktur Pendidikan Masih Minim di Pondokmelati Disorot Komisi IV DPRD

“Monumen ini jangan hanya jadi bangunan, tapi simbol penghormatan dan edukasi,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (19/8/2025).

Sementara dari Fraksi Golkar, Suryo Harjo alias Haji Ajo mengusulkan agar kawasan Sasak Kapuk juga ditata sebagai taman sejarah yang indah dan menarik bagi masyarakat.

“Bukan hanya monumennya, kita buat kawasan ini estetik dan layak dikunjungi. Bisa jadi spot swafoto, ikon baru Bekasi,” ucapnya.

Tak ketinggalan, Fraksi PKB melalui Ahmadi alias Madonk juga menyuarakan dukungan serupa, bahkan mengusulkan adanya dokumenter sejarah untuk memperkaya edukasi masyarakat.

“Jangan hanya monumen, tapi juga dokumentasi sejarah agar semangat perjuangan KH. Noer Ali tetap hidup,” kata Madonk.

Rencana pembangunan Monumen KH. Noer Ali ini juga dinilai banyak pihak bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah pernyataan: bahwa Kota Bekasi tidak melupakan pahlawannya. Bahwa perjuangan yang lahir dari Kali Sasak Kapuk akan terus mengalir, menjadi inspirasi abadi bagi anak-anak negeri.

Jika rencana ini terealisasi dengan baik, monumen tersebut akan berdiri bukan hanya sebagai saksi masa lalu, tapi juga mercusuar harapan masa depan. (r5/bo)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca