Suarapena.com, SEMARANG – Ketua Komisi V DPR, Lasarus, meminta penanganan penurunan tanah di jalur kereta Semarang dilakukan secara permanen dan terpadu. Menurutnya, upaya sementara seperti pemompaan air belum mampu menyelesaikan masalah jangka panjang.
“Pompa bisa bekerja pada titik tertentu, tetapi tidak akan efektif dalam kondisi masif atau saat terjadi bencana alam,” ujar Lasarus saat meninjau Stasiun Tawang, Semarang, Jumat (20/2/2026).
Politisi PDIP itu menekankan, solusi permanen yang dibutuhkan adalah pembangunan jalur kereta lebih tinggi agar tidak terdampak banjir rob maupun penurunan tanah di masa depan. Selain itu, penyusunan roadmap jelas dan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian PUPR dan PT KAI, dianggap krusial.
“Masalahnya sering bukan pada anggaran, tetapi koordinasi. Ego sektoral antar lembaga membuat penanganan tidak terintegrasi,” kata Lasarus.
Komisi V berencana mengumpulkan semua pihak terkait dalam satu forum untuk menyusun strategi bersama, termasuk pembagian peran, pendanaan, dan target penyelesaian. Lasarus menekankan, penanganan jalur kereta harus seiring dengan program pengendalian banjir hingga 2028 agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Dia juga menyoroti ketimpangan pembangunan perkeretaapian: proyek besar dibangun di daerah dengan penumpang rendah, sementara di Semarang, kota dengan mobilitas tinggi, persoalan jalur kereta belum terselesaikan. (r5/aha)










