Suarapena.com, BEKASI – Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi beserta rombongan, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Kamis (20/11/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau kesiapan pemerintah daerah dalam menangani bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah tersebut.
Dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Matindas menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana yang dilakukan secara konsisten dari tingkat daerah hingga kelurahan.
“Kota Bekasi dikenal sering terjadinya bencana hidrometeorologi. Karena itu, penanganan yang lebih komprehensif sangat diperlukan,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi sorotan ialah pesatnya pembangunan perumahan di Kota Bekasi. Matindas mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah memberi penegasan kepada para pengembang terkait kewajiban penyediaan sumur resapan dan sistem drainase yang memadai.
“Drainase yang baik adalah kunci agar air dapat dialirkan dan tidak menimbulkan genangan ataupun banjir,” katanya.
Selain itu, posisi Kota Bekasi yang berada di antara Kota Bogor dan Jakarta juga menjadi perhatian. Wilayah ini disebut kerap menjadi lokasi aliran limpasan air dari daerah hulu. Matindas mempertanyakan langkah rehabilitasi sungai serta mendorong agar program tersebut diusulkan sebagai proyek strategis nasional.
“Kami mengharapkan rehabilitasi sungai bisa menjadi bagian dari program strategis, sehingga upaya mitigasi banjir lebih optimal,” tutur Matindas.
Ia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara lebih cermat, terutama pada pembangunan kawasan perumahan baru yang berpotensi menambah beban lingkungan.
Terkait kondisi drainase di Kota Bekasi, Matindas menilai sistem yang ada masih belum memadai. Ia mencontohkan Kota Surabaya yang berhasil membangun gorong-gorong besar untuk menampung debit air dalam jumlah besar. Menurutnya, Pemkot Bekasi perlu belajar dari praktik baik tersebut.
“Drainase harus mampu menampung air dalam kondisi ekstrem dan berfungsi dengan baik. Ini perlu perencanaan jangka panjang,” ujarnya.
Menutup kunjungan tersebut, Matindas menegaskan bahwa penanganan bencana di Kota Bekasi membutuhkan strategi yang lebih terencana dan efisien agar masyarakat dapat terlindungi dari dampak bencana yang berulang. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan bekerja lebih serius dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah tersebut. (r5/rdn)







