Suarapena.com, BEKASI – Komisi II DPRD Kota Bekasi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, serta pelaku swasta di sektor transportasi. Bertempat di ruang Komisi II Gedung DPRD Kota Bekasi, rapat ini membahas langkah konkret menuju transformasi angkutan umum yang lebih modern, ramah lingkungan, dan inklusif.
Sekretaris Komisi II, Evi Mafriningsianti, menegaskan bahwa angkutan umum di Kota Bekasi sudah saatnya bertransformasi melalui kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Konsep Buy The Service (BTS) menjadi fokus utama sebagai inovasi transportasi berbasis teknologi yang tengah diusulkan.
“Sudah saatnya kita membawa angkutan umum Bekasi ke level berikutnya. Melalui konsep BTS yang diinisiasi oleh swasta dan didukung Dishub, kita bisa ciptakan sistem transportasi yang efisien dan terjangkau,” ujar Evi, Rabu (4/6/2025).
Tak hanya soal teknologi, Komisi II juga menekankan pentingnya aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh warga, termasuk pelajar dan penyandang disabilitas. Rencana subsidi bahkan sedang dikaji sebagai upaya mendukung kelompok rentan agar bisa menikmati layanan transportasi publik secara optimal.
“Semoga nantinya ada skema yang memungkinkan pelajar dan penyandang disabilitas bisa menggunakan angkutan umum secara gratis. Ini wujud perhatian kita untuk inklusivitas,” tambah Evi.
Walau transportasi publik belum termasuk dalam layanan dasar pemerintah, Evi yakin ada peluang untuk memberikan subsidi yang mendukung modernisasi sistem angkutan umum di Bekasi. RDP ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan transportasi yang lebih progresif dan berkelanjutan. (Ads)










