Suarapena.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan dua zona baru sebagai tempat pembuangan sampah sementara setelah longsornya tumpukan sampah di Zona 4A TPST Bantargebang, Minggu (8/3/2026), yang menewaskan empat orang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Zona 4A akan ditutup sementara, sementara Zona 3 dan dua zona baru digunakan secara temporer untuk memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan.
“Untuk sementara ini, sambil menunggu zona 4A diselesaikan, maka zona 3 dan 2 zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporari, sementara. Jadi tidak permanen. harapan kami adalah untuk zona 4A ini, segera bisa dipulihkan kembali,” ungkap Pramono, Senin (9/3/2026).
Pemprov juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari hulu karena kapasitas TPST Bantargebang yang terbatas, dengan volume sampah harian Jakarta mencapai 7.400–8.000 ton.
Selain itu, operasional RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara dipercepat untuk mengolah sampah hingga 1.000 ton per hari.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama Basarnas, TNI, Polda Metro Jaya, BPBD, Damkar, dan aparat setempat melakukan operasi tanggap darurat dengan 19 ekskavator dan 7 ambulans untuk mengevakuasi korban dan menstabilkan area.
Langkah-langkah ini bersifat sementara sekaligus bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI untuk mengelola sampah ibu kota secara lebih aman dan terkontrol. (sp/bj)










