Suarapena.com, JAKARTA – Usulan menjadikan geografi sebagai mata pelajaran wajib dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) mendapat perhatian dari DPR RI. Meski dinilai penting, kebijakan tersebut diminta dikaji secara mendalam agar tidak menambah beban belajar siswa.
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mengatakan bahwa penguatan mata pelajaran geografi sejalan dengan kebutuhan zaman. Namun, penerapannya harus mempertimbangkan kesiapan peserta didik.
“Usulan ini harus dipelajari terlebih dahulu sehingga tidak memberatkan siswa,” kata Bonnie dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Sisdiknas di Komisi X DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Bonnie menilai geografi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Selain menumbuhkan rasa cinta tanah air, geografi juga dinilai penting dalam meningkatkan literasi lingkungan, kesadaran kebencanaan, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Ia mencontohkan tokoh bangsa seperti Soekarno dan Mohammad Hatta yang memiliki pemahaman kuat tentang geografi. Menurut dia, hal tersebut turut membentuk wawasan geopolitik keduanya.
“Sejak pendidikan dasar, dulu geografi sudah diajarkan dengan baik sehingga melahirkan generasi intelektual yang memahami geopolitik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bonnie menegaskan bahwa penguatan geografi dalam kurikulum nasional bukan sekadar kepentingan akademik, melainkan juga bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa. Ia menyebut pemahaman geografi penting dalam mengelola sumber daya alam serta membangun generasi yang berdaya saing global.
Meski demikian, ia mengingatkan agar penambahan mata pelajaran wajib tidak berdampak pada menurunnya capaian akademik siswa akibat beban yang terlalu besar.
“Saya setuju geografi dimasukkan dalam kurikulum nasional. Namun, beban siswa juga harus diperhatikan,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya pengaturan materi secara berjenjang. Menurut dia, penyampaian materi geografi harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kemampuan siswa.
“Jangan sampai anak sekolah dasar langsung diberikan materi dalam skala besar. Harus mempertimbangkan daya serap mereka,” ujarnya.
Bonnie menambahkan, sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Inggris, dan Australia telah menjadikan geografi sebagai mata pelajaran inti. Hal itu dinilai mampu memperkuat identitas nasional, literasi spasial, serta ketahanan lingkungan.
Adapun pembahasan RUU Sisdiknas masih terus berlangsung. DPR memastikan berbagai masukan dari akademisi dan pemangku kepentingan akan menjadi bahan pertimbangan sebelum kebijakan tersebut diputuskan. (r5/aha)










