Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Hasil Uji Lab Warga Terdampak Limbah PT.NFS Belum Dirilis DLH Kota Bekasi

×

Hasil Uji Lab Warga Terdampak Limbah PT.NFS Belum Dirilis DLH Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI — Warga Kranggan yang terdampak air sumurnya karna dugaan terkontaminasi oleh limbah buangan pabrik kembang gula milik PT. Natural Food Success (NFS) masih belum mendapatkan solusinya sampai sekarang untuk mengembalikan kondisi semula keadaan air sumur warga seperti sedia kala akibat dugaan pencemaran lingkungan.

Mereka mempertanyakan surat teguran yang diterbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi kepada pabrik tersebut pada 5 Juli 2023 kemarin yang isi redaksinya hanya membahas hasil uji lab sampel limbah yang di dalam PT. NFS saja. Padahal pada 9 Juni 2023 lalu selain mengambil sampel limbah di dalam pabrik, DLH juga mengambil sampel air sumur kerumah beberapa warga sekitarnya.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Hal itu terungkap dalam surat teguran DLH Kota Bekasi bernomor 660.1/3828/DinasLH.PPKLHPH yang ditujukan kepada pimpinan PT Natural Food Success (NFS), Jalan Masjid At Taqwa Kranggan, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada 5 Juli 2023.

Ada empat poin hasil dari surat teguran DLH Kota Bekasi kepada PT. NFS itu, diantara poinnya adalah Poin pertama NFS terbukti baku mutu air limbahnya belum memenuhi standar yang sudah di tetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup. Poin kedua PT. NFS diwajib membuat dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Berita Terkait:  Polrestro Bekasi Kota Mengungkap Jaringan Prostitusi Online Di Kosan 28 Jatisampurna

Dari isi redaksi surat teguran DLH itu kepada NFS membuat warga lingkungan pabrik tersebut bertanya-tanya apakah dari pengambilan sampel air warga terdampak masuk kategori mengkhawatirkan atau masih bisa di lakukan rehabilitasi untuk bisa di upayakan mengembalikan seperti semula.

“Tanggapan kami hasil uji lab yang di rilis oleh DLH kota Bekasi itu kalau kita lihat redaksi dari surat tersebut hanya menginformasikan mengenai hasil uji lab yang ada di dalam pabrik. Sementara pada tanggal 9 Juni itu kita dampingi DLH melakukan pengambilan sampel limbah di dalam pabrik dan di 3 air sumur warga yang terdampak, namun hasilnya belum di ketahui yang di sumur warga,” ungkap pak Saja selaku ketua RW 01, Senin (10/7/2023).

Hasil uji lab yang di air sumur warga, masih kata ketua RW setempat, itu sangat mereka tunggu. “Hasilnya kan belum diketahui yang di sumur warga dan itu sangat kita tunggu – tunggu, kita ingin mengetahui hasilnya untuk menentukan langkah selanjutnya seperti apa nantinya,” pungkasnya.

“Intinya, kita juga ingin DLH segera merilis hasil uji lab yang di air sumur warga, agar pertanyaan – pertanyaan warga terkait dengan dampak tersebut dapat segera terjawab. Dan sejauh ini kita belum mendapat informasi mengenai tindak lanjut dari DLH kepada warga yang terdampak,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Masih Terus Bergulir, Kali Ini Buruh Kota Bekasi Turun ke Jalan

Ketua RW pak Saja, melanjutkan pihaknya tunggu beberapa hari kedepan. “Kita akan tunggu beberapa hari kedepan, kalau belum juga ada informasi mengenai hasil uji lab sampel dari warga terdampak itu, akan kami coba follow up ke dinas lingkungan hidup kota Bekasi,” tutupnya.

Di ketahui, atas pengaduan warga terdampak di RW01 Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna yang melaporkan adanya dugaan pencemaran air limbah pabrik yang berimbas kepada air sumur warga, pada (7/6) di kunjungi oleh pimpinan DPRD Kota Bekasi yang didampingi oleh Gakkum DLH setempat, kemudian pada (9/6) DLH kembali datang melakukan pengambilan sampel limbah di dalam PT. Natural Food Success dan tiga rumah warga yang terdampak.

Dan sampai saat ini sejak pengambilan sampel air sumur warga yang terdampak pada Juni kemarin DLH kota Bekasi belum merilisnya.

Resiko dampak kesehatan yang terjadi akibat dugaan pencemaran limbah pabrik itu berpengaruh terhadap air sumur milik warga seperti gatal-gatal, air berbau dan berkeruh. (Yudhi)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca