Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Ibu Hamil Wajib Tahu! Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan Bagi Anak

×

Ibu Hamil Wajib Tahu! Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan Bagi Anak

Sebarkan artikel ini
Semua ibu hamil wajib mengetahui tentang 1.000 hari pertama kehidupan, karena ini adalah momen krusial bagi tumbuh kembang anak, terbebas dari stunting.
Semua ibu hamil wajib mengetahui tentang 1.000 hari pertama kehidupan, karena ini adalah momen krusial bagi tumbuh kembang anak, terbebas dari stunting.

Suarapena.com, BANDUNG – Tahukah Anda bahwa masa 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode paling krusial yang menentukan masa depan anak? Mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun, periode ini disebut sebagai “masa emas” karena pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak berlangsung dengan sangat cepat — dan momen ini tak akan terulang lagi.

Dewi Primasari, Plt. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, menegaskan betapa pentingnya perhatian ekstra selama masa ini.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Jika anak tidak mendapatkan gizi yang cukup, tidak diberi ASI eksklusif, atau sering sakit, dampaknya bisa panjang. Anak berisiko tumbuh pendek, mengalami gangguan perkembangan otak, bahkan kesulitan belajar,” ujar Dewi, Jumat (8/8/2025).

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung telah menggelar berbagai program edukasi bagi ibu hamil, pemberian suplemen dan imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Semua upaya ini bertujuan membangun fondasi kesehatan yang kuat sejak awal kehidupan.

Berita Terkait:  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Raih Insentif Fiskal Rp5,97 Miliar atas Penurunan Stunting

Salah satu ancaman terbesar adalah stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi sejak dalam kandungan hingga dua tahun pertama. Dewi menjelaskan, banyak ibu belum memahami pentingnya konsumsi protein hewani, sayuran, dan vitamin selama masa kehamilan. Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama juga lebih rentan mengalami stunting.

“Selain gizi, kebersihan lingkungan juga sangat penting. Infeksi berulang seperti diare dan ISPA kerap menyerang anak-anak di daerah padat penduduk dan memperburuk kondisi stunting,” tambah Dewi.

Berita Terkait:  Program MBG Digenjot, Pemerintah dan DPR Mantapkan Langkah Kurangi Stunting di Bekasi

Peran tenaga kesehatan sangat vital. Mulai dari pemeriksaan rutin ibu hamil, pemberian tablet tambah darah dan vitamin, hingga pendampingan persalinan yang aman. Setelah kelahiran, kader posyandu aktif memantau tumbuh kembang balita, memberikan imunisasi dan makanan tambahan sesuai kebutuhan.

“Jika berat badan balita tidak naik, kami langsung melakukan intervensi gizi. Prinsip kami adalah tidak menunggu sampai terlambat,” tegas Dewi.

Lebih dari itu, penyuluhan juga menyasar remaja putri dan calon pengantin agar generasi mendatang lebih siap secara kesehatan reproduksi, dan bisa melahirkan anak yang sehat, bebas stunting.

“Mencegah stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi tanggung jawab kita semua. Karena masa depan anak-anak adalah masa depan bangsa,” pungkas Dewi. (sp/yan)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca