Scroll untuk baca artikel

Suara AcehSuara Jabar

Ini Hubungan Emosional Ridwan Kamil dengan Aceh

×

Ini Hubungan Emosional Ridwan Kamil dengan Aceh

Sebarkan artikel ini
Ridwan Kamil berziarah ke kuburan massal korban Tsunami Aceh.
Ridwan Kamil berziarah ke kuburan massal korban Tsunami Aceh.

SUARAPENA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hadiri Peringatan 17 Tahun Tsunami Aceh Siaga Bencana Tangguh Bersama. Acara tersebut dihelat di area parkir Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Kota Banda Aceh, Minggu (26/12/2021).

Mewakili masyarakat Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan salam hangat untuk masyarakat Aceh. Ia mengatakan, saat peristiwa pilu itu terjadi masyarakat Jabar turut bersedih dan berduka.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Waktu masyarakat Aceh bersedih kami pun bersedih, saat di sini berduka saya saksi rakyat kami pun berduka, saat tetes air mata tumpah dari jauh pun kami sama,” ucapnya.

Kang Emil, sapaan akrabnya memaknai peristiwa gempa bumi 9,3 SR dan gelombang tsunami yang menerjang Aceh sebagai pelajaran dan mengambil hikmahnya. Atas nama saudara yang mencintai masyarakat Aceh, pascabencana tersebut, Jabar mengirimkan bantuan relawan, donasi, tenaga hingga karya untuk kembali membangkitkan warga Aceh.

Berita Terkait:  Tim Investigasi Sudah Dibentuk Ridwan Kamil, Ponpes Al Zaytun Diminta Kooperatif

“Memaknai persitiwa ini bagi saya mengingatkan bahwa setiap peristiwa adalah pelajaran, setiap tempat adalah sekolah, setiap makhluk adalah guru, jadi di mana pun kita berada pandailah mencari hikmah,” ujar Kang Emil.

17 tahun berselang, Aceh kini mulai bangkit. Kang Emil melihat infrastuktur Aceh sudah begitu maju dan lebih baik.

“Hari ini saya melihat infrastruktur begitu maju kami pun sangat senang melihat kemajuan itu,” katanya.

Termasuk salah satu bangunan fenomenal karya sentuhan tangan Ridwan Kamil yang kini berdiri megah, yaitu Museum Tsunami Aceh. Kang Emil mengungkapkan, tahun 2007 lalu ia dipercaya masyarakat Aceh untuk menitipkan memori kolektif ke dalam sebuah karya. Museum yang diresmikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono 2009 lalu itu, tahun ini dinobatkan sebagai museum terpopuler di Indonesia.

Berita Terkait:  Kepada Ridwan Kamil, Sri Sultan: Bangun Kapasitas Integritas

“Saya tahun 2007 bukan Gubernur dan wali kota. Masyarakat Aceh mempercayai saya untuk menitipkan memori kolektifnya melalui sebuah karya namanya museum Tsunami Aceh,” ungkapnya.

Dari semua karya arsitektur yang dibuat, Kang Emil mengaku mendesain Museum Tsunami Aceh adalah yang paling berkesan. Saat itu dirinya penuh emosional hingga meneteskan air mata.

“Saya sudah mendesain berbagai bangunan tapi mendesain yang paling emosional dan meneteskan air mata adalah saat mendesain Museum Tsunami Aceh. (sng/hms)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca