Suarapena.com, BEKASI – Mahasiswa Kota Bekasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah di ruang kerjanya, Kamis (8/9/2022).
Tujuan audiensi para mahasiswa perwakilan dari PMII, HMI, GMNI, PMKRI dan GMKRI Kota Bekasi ini ialah menyampaikan aspirasi rakyat dibawah kepada perwakilannya di DPRD soal kenaikan harga BBM untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.
Ketua GMNI Kota Bekasi Cristian Manurung mengatakan, audiensi mahasiswa kepada DPRD Kota Bekasi lantaran mahasiswa merasa terpanggil untuk bersatu dalam barisan rakyat menuntut diturunkannya harga BBM.
“Kami merasa terpanggil, bahwa kenaikan 30 persen itu sangat merugikan dan mempersulit kehidupan rakyat. Sudah semestinya pemerintah membatalkan kenaikan BBM ini yang sangat memberatkan warga,” ujar dia.
Senada dengan Cris, Puji Nugraha alias Japung aktifis HMI menuturkan bahwa pemerintahan Joko Widodo tidak merasakan penderitaan rakyat saat ini. Bahkan, ia menyebut pemerintah tak lagi pro kepada rakyat.
“Sudah semestinya pemerintah Jokowi tidak semena-mena menaikan harga BBM, ini membuktikan tata kelola sumber energi yang salah. Dan Presiden Jokowi tidak pro rakyat, lebih menunjukan oligarki,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah tampak terlihat serius mendengarkan dengan cermat dan menerima aspirasi para mahasiswa ini.
Ia mengatakan bahwa aspirasi ini nantinya akan diteruskan ke DPR RI serta kementerian terkait.
“Saya rasa sudah semestinya mahasiswa sebagai garda terdepan pembela rakyat. Saya pesan agar mahasiswa sebagai garda terdepan dan aset bangsa tetap berada dan senantiasa menyuarakan kepentingan Rakyat dan Negara,” ucap dia.
Politisi PKS ini juga mengklaim bahwa aspirasi mahasiswa sama dengan aspirasi partainya sejak awal.
“Kami dari awal secara tegas menolak kenaikan BBM yang tidak pro rakyat. Kami juga menuntut pemerintah untum menurunkan harga BBM. Sebagaimana kami sampaikan di media,” pungkasnya. (Adv Setwan)










