Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Jumlah Penderita TBC di Jawa Barat Meningkat, Dinkes: Pengobatan Harus Sampai Tuntas

×

Jumlah Penderita TBC di Jawa Barat Meningkat, Dinkes: Pengobatan Harus Sampai Tuntas

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BANDUNG – Penyakit Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu masalah kesehatan di Jawa Barat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mencatat, ada peningkatan kasus TBC sejak tahun 2021 hingga saat ini.

Data Dinkes Jabar menunjukkan, pada tahun 2021 terdapat 92 ribu kasus baru TBC, pada tahun 2022 ada 159 ribu kasus baru, dan pada empat bulan pertama tahun 2023 sudah ada 47 ribu kasus.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Kepala Dinkes Jabar dr. Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, penyakit TBC membutuhkan penanganan yang serius dan berkesinambungan. Pasien TBC harus menjalani pengobatan selama enam bulan agar bisa sembuh total.

Namun, banyak pasien yang berhenti minum obat setelah merasa membaik, padahal hal itu bisa menyebabkan kegagalan pengobatan dan resistensi obat.

Berita Terkait:  Daftar Lengkap UMK 2024 Jawa Barat, Penetapan Berdasarkan PP 51/2023 dan Koreksi Sesuai Inflasi

“Minum obat TBC itu harus sampai tuntas, tidak boleh putus. Kalau putus, bakterinya bisa jadi kebal obat dan sulit disembuhkan. Obatnya juga mahal, bisa ratusan juta,” ujar dr. Vini dalam keterangan tertulis, Kamis (5/10/2023).

Selain itu, dr. Vini juga mengatakan, masih ada stigma negatif di masyarakat terhadap penderita TBC. Banyak yang menganggap penyakit TBC itu mudah menular dan harus dijauhi.

Padahal, menurut dr. Vini, penyakit TBC tidak langsung menular begitu saja. Orang terdekat seperti keluarga harus memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien TBC.

“Penyakit TBC itu tidak sekali langsung menular, orang terdekat seperti keluarga harus berperan aktif, karena orang yang berpenyakit TBC jika sudah diobati tidak akan menularkan,” ucapnya.

Berita Terkait:  Revitalisasi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Pengunjung Diminta Bersabar

Untuk mengatasi masalah TBC di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan tindakan penanganan. Salah satunya adalah dengan menyediakan obat-obatan di puskesmas yang ada di Jabar.

Dinkes Jabar juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini jika mengalami gejala-gejala TBC seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, berkeringat malam hari, nafsu makan menurun, dan berat badan turun.

“Jangan takut untuk memeriksakan diri ke puskesmas jika merasakan gejala-gejala TBC. Semakin cepat dideteksi dan diobati, semakin besar peluang sembuhnya,” pungkasnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca