SUARAPENA.COM – Anggota Komisi IV DPR Riezky Aprilia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) segera menepati janji soal pembenahan dan sinkronisasi data pertanian Indonesia.
Pasalnya, menurut Riezky, data pertanian ini menjadi sangat penting karena akan menjadi fondasi dalam setiap tahapan dalam pengambilan keputusan.
Telebih lagi kata dia, data pertanian ini juga menjadi basis dalam penentuan prioritas program kerja guna mewujudkan pertahanan pangan.
“Kita itu butuh data. Data itu penting loh. Data ini fondasi berpijak mulai dari ada berapa jumlah petani, ada berapa luas tanah, volume potensi produksi, dan seterusnya.
Kalau data ini tidak bisa ditentukan dengan sinkronisasi, maka tidak bisa ketemu sampai kapanpun. Mau ganti periode pun maka akan menjadi permasalahan yang sama karena datanya tidak pernah dibenahi,” ungkap Riezky di Jakarta beberapa waktu lalu, Selasa (25/5/2021).
Riezky juga menyayangkan beberapa program kerja Kementan menjadi tidak efektif dan tidak fokus akibat data pertanian yang tidak valid.
Menurut dia, Jika hal ini dibiarkan terus-menerus maka akan mengakibatkan target pencapaian tidak akan terwujud.
Dirinya pun mempertanyakan janji Kementerian Pertanian yang akan menyelesaikan pembenahan data lewat program agriculture forum.
“Tidak bisa kita (Komisi IV DPR RI, red) berbicara konkrit apabila data tidak pernah diselesaikan. Masalah data yang katanya akan terjawab dengan program agriculture forum, kami pertanyakan dong apa output-nya? Kok datanya masih berantakan?,” tegasnya seraya bertanya.
Riezky berharap Kementan fokus menyelesaikan pembenahan dan sinkronisasi data. Karena jika bicara soal program kerja sektor pertanian itu seperti mata rantai yang terintegrasi dengan beberapa mitra, setiap keputusan akan berpengaruh pada sektor lainnya.
“Prinsipnya basic data is everything. Hari ini data itu menjadi fondasi agenda pemerintah ke depan. Ini masalah yang sangat mendasar,” pungkasnya. (Bo)







