Suarapena.com, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut mayoritas korban meninggal akibat gempa cianjur yang sebanyak 162 orang adalah anak-anak.
“Tercatat di call center BPBD ada 162 yang meninggal dunia. Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak, kita sangat prihatin,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil dalam keterangan persnya, Selasa (22/11/2022).
Kang Emil mengungkapkan, banyaknya korban anak-anak lantaran saat kejadian gempa tersebut para siswa sedang belajar di madrasah atau pesantren.
Dia menyebut belum mendapat data pasti berapa jumlah anak yang menjadi korban gempa bermagnitudo 5,6 itu.
“Per malam ini (21/11/2022) kita masih mengklasifikasi pesantrennya, tapi laporan di lapangan selalu menyebutkan secara kualitatif mayoritas anak-anak,” kata Kang Emil.
Diketahui, berdasarkan data sementara BPBD Cianjur yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Senin (21/11/2022) malam kemarin tercatat 162 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi.
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan anak-anak. Ada 326 warga yang mengalami luka-luka. Lalu 2.345 rumah rusak. Terdapat pula 13.784 orang mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar di 14 titik. (Bo/Sp)










