Suarapena.com, BEKASI – Longsor terjadi di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.18 WIB. Material sampah yang longsor dilaporkan menimpa sejumlah truk sampah yang tengah mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan longsor terjadi ketika aktivitas pengangkutan sampah sedang berlangsung di area tersebut.
“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa kurang lebih lima unit truk sampah,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Minggu.
Berdasarkan laporan sementara, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari lokasi kejadian.
Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Enda Widayanti (25), seorang pemilik warung, Sumine (60), juga pemilik warung, serta Dedi Sutrisno yang merupakan pengemudi truk sampah.
Dua korban perempuan dibawa ke rumah duka di Banten, sementara korban laki-laki dibawa ke rumah duka di Karawang.
“Untuk sementara tiga orang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki,” kata Isnawa.
Ia menjelaskan, longsor diduga dipicu oleh hujan lebat yang disertai angin kencang di wilayah tersebut.
“Hujan lebat disertai angin kencang menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor di lokasi TPST Bantargebang,” ujarnya.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian dan penanganan di lokasi kejadian. Upaya evakuasi dilakukan dengan mengerahkan sekitar 20 unit ekskavator untuk mengurai material sampah yang longsor.
Tim yang terlibat dalam penanganan antara lain dari Basarnas melalui Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, sejumlah peralatan pendukung juga dikerahkan oleh BPBD DKI Jakarta, seperti kantong jenazah, tali karmantel, tali webbing, helm rescue, senter jinjing, sarung tangan, dan masker untuk mendukung proses evakuasi di lapangan.
Hingga Minggu sore, proses pencarian dan penanganan masih berlangsung. Sementara itu, kerugian akibat peristiwa ini masih dalam tahap pendataan oleh petugas. (sp/bj)










