Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi merespons peristiwa longsor yang terjadi di kawasan TPST Bantargebang dengan mengerahkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi untuk membantu proses penanganan di lapangan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan para pekerja serta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi menjadi perhatian utama.
“Lokasinya memang berada di wilayah Bekasi, tetapi pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Yang terpenting sekarang adalah memastikan penanganan berjalan cepat dan kondisi di lapangan aman,” ujar Tri, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, Pemkot Bekasi melalui BPBD turut membantu proses evakuasi serta melakukan pemantauan di area sekitar lokasi longsor guna memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan warga.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi tumpahan sampah yang dikhawatirkan dapat mengarah ke aliran Kali Asem maupun ke permukiman warga di wilayah terdampak.
Petugas di lapangan disiagakan untuk memonitor kondisi aliran air dan lingkungan di sekitar TPST Bantargebang. Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan dampak lingkungan yang lebih luas.
Tri menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi terus berkoordinasi dengan pihak pengelola TPST Bantargebang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar proses penanganan berjalan cepat dan situasi di lapangan dapat segera terkendali.
“Kami ingin memastikan kondisi tetap aman bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. Koordinasi dengan pihak pengelola terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal,” kata dia. (sp/pr)










