Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Mahasiswa Lantang Bicara Soal Konflik Agraria di Depan DPR Saat Kunker

×

Mahasiswa Lantang Bicara Soal Konflik Agraria di Depan DPR Saat Kunker

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa saat menyampaikan aduan soal konflik agraria di sejumlah wilayah kepada Komisi XIII DPR RI di Gedung Agung, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).
Mahasiswa saat menyampaikan aduan soal konflik agraria di sejumlah wilayah kepada Komisi XIII DPR RI di Gedung Agung, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).

Suarapena.com, YOGYAKARTA – Suasana halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung) berubah menjadi ruang dialog terbuka saat Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menerima aspirasi mahasiswa di sela Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik, Rabu (11/2/2026).

Aspirasi tersebut disampaikan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik se-Indonesia (ILMISPI) yang tengah mengikuti program Istura (Istana untuk Rakyat). Dalam dialog yang berlangsung tanpa sekat formal, seorang mahasiswa menyampaikan keluhan terkait konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Mahasiswa tersebut menyoroti konflik antara masyarakat adat dan perusahaan yang dinilai belum mendapat penyelesaian memadai, termasuk dari sisi perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Berita Terkait:  Soal Fenomena Pengibaran Bendera One Piece, Apa Kata DPR?

“Bapak ini di Komisi XIII melindungi HAM. Kita di Indonesia ini sekarang banyak sekali masyarakat adat berkonflik dengan PT, tapi masyarakat adat itu tidak dapat kepastian HAM,” ujar mahasiswa tersebut di hadapan Willy.

Ia menilai negara belum hadir secara optimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat adat yang terlibat konflik lahan. Bahkan, menurut dia, konflik tersebut telah menimbulkan korban fisik.

“Pemerintah tidak hadir seperti di kampung saya di Sumatera Utara, Kabupaten Toba. Karena kita sudah memakan korban, Pak. Apalagi yang berkonflik itu PT sampai menganiaya masyarakat adat, sedangkan polisi hutan tidak ada,” katanya.

Berita Terkait:  Hukuman Fisik Terhadap Anak Menjadi Lingkaran Setan

Menanggapi hal tersebut, Willy mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan mahasiswa melalui mekanisme pengawasan di DPR.

Ia mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan persoalan yang terjadi di daerah.

“Tadi teman-teman dari ILMISPI kebetulan lagi kunjungan. Kami berdialog dan ada beberapa kasus yang mereka sampaikan, khususnya isu di Toba (Sumatera Utara) dan di Luwu (Sulawesi Selatan),” kata Willy usai pertemuan.

Willy menyatakan Komisi XIII DPR RI siap menerima aspirasi secara resmi di Gedung DPR RI untuk pendalaman lebih lanjut.

“Kami akan terima aspirasi itu nanti di DPR. Bahkan besok saya akan terima mereka juga secara khusus,” ujarnya. (r5/rdn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca