Suarapena.com, BEKASI – Ketua Kanzus Shalawat Kota Bekasi Ahmad Ustuchri mengaku gembira dengan khataman kitab karangan KH. Muchtar Thanrani. Apalagi prosesi khataman dilakukan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Qur’an belum lama ini.
“Kemarin kita ada acara Nuzulul Qur’an, buka bersama, dan khataman Kitab Tanbiih Al-Ghaafil karya KH. Muchtar Thabrani,” kata Ahmad Ustuchri, Rabu (12/4/2023).
Ustuchri bersyukur bisa hadir dan turut memberikan motivasi kepada sekitar 300 jamaah yang hadir. Ia sendiri mengaku bangga dengan khataman yang dapat dilakukan hanya dalam waktu satu pekan.
“Saya kira bisa menjadi kebanggaan dan bukti bakti kita kepada para alim ulama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kitab setebal 120 halaman karangan KH. Muchtar Thabrani tersebut berisi tentang sunnah, fadilah shalawat, rawatib dan lainnya.
Peringatan Nuzulul Quran juga diharapkan menyerap ke dalam hati para jamaah Kanzus Shalawat yang bermuara ke Kanzus Shalawat Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.
“Kegembiraan masyarakat, Nuzulul Qur’an jadi pengingat, harus selalu kita baca dan mengerti ummul quran,” kata Ustuchri.
Pria yang duduk sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi ini kemudian mengingat pesan Habib Luthfi bin Yahya. Pesan itu ialah agar terus menggali ilmu Al-qur’an dan menjadi manusia dengan profesi apapun dengan Al-qur’an.
“Jadi guru yang qur’ani, jadi ekonom yang qur’ani, jadi pejabat yang qur’ani, jadi profesor yang qur’ani. Apapun profesinya harus tetap berpegangan kepada Al-qur’an,” kata dia.
Tidak melupakan tradisi santri yang gemar berziarah ke makam para wali, Ustuchri juga menutup rangkaian acara malam itu dengan ngalap berkah, dan berziarah.
“Acara malam itu kemudian ditutup dengan kegiatan ziarah ke makam KH. Muchtar Thabrani, makam Habib Utsman bin Yahya Mufti Betawi, dan Makam Habib Husein bib Abu Bakar Alaydrus di Luar Batang,” pungkasnya. (Sng)










